Ketika saya sedang asik baca-baca status teman-teman di FB, ada satu pertannyaan yang membuat saya sejenak berhenti dan mencoba, memahami apa sebenarnnya yang ingin disampaikan olehnya dari pertannyaan tersebut. Saya mencoba mereka-reka apa yang ingin disampaikannya tapi tetap aja saya tidak bisa saya pahami. Namaun entah karena penasaran atau apa ada keinginan dalam diri saya utk menemukan artinnya juga sesuai dengan apa yang saya pahami.
Oh ya pertannya sebenarnnya sangat sederhana dimana dia bertannya “Apakah kebenaran relatif atau absolut?”
Sebelum saya menjawabnnya saya ingin mengklasifikasikan paling tidak menjadi 3 bagian dalam hal menjawab pertannyaan ini, pertama orang yang menganggap kebenaran itu relatif, yang kedua akan berpendapat kebenaran adalah absolute dan yang ketiga mungkin orang yang tidak dapat memutuskan apakah relatif atau absolut.
Kebenaran adalah kesesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Sedangkan relatif adalah sesuatu hal yang terbatas dan absolute adalah sesuatu hal yang tidak terbatas. Sekarang secara sederhana kita sudah bisa memahami arti dari ketiga kata diatas.
Anda setuju atau tidak pengertian kebenaran yang saat ini saya coba pahami adalah kesesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Jadi dari pengertian ini saya mencoba menjawab pertannyaan tersebut. Bahwa kebenaran kepada manusia tidak akan pernah absolute namun akan bersifat relatif, ini hampir sama seperti melihat gelas yang berisi air setengah, mungkin aka nada yang melihat setengah isi dan yang lain melihat setengah kosong.
Jadi hal ini yang membuat saya lebih yakin bahwa kebenaran itu bersifat relatif, walaupun dalam pemahaman kita kebenaran itu adalah suatu hal yang absolut. Tapi pada pelaksanaannya dalam kehidupan kita kebenaran sering menjadi sesuatu hal yang relatif.
Sebagai contoh yang sangat sederhana dan mungkin kita juga pernah melakukannya, “Berbohong”. Maka kemanapun, dan dimanapun dan kepada siapapun kalau kita bertanya berbohong adalah sesuatu hal yang tidak benar maka akan semuannya menyatakan setuju, tp jangan Anda bertannya alasannya berbohong. Jadi sepakat atau tidak, ya saya anggap itu sebuah kebenaran yang absolut. Tetapi ketika kita bertannya kenapa kamu melakukan kebohongan? maka saat itu juga kebenaran itu menjadi sesuatu yang relatif. Karena kita bisa memberikan sejuta alasan kenapa melakukannya.
Karena ketika kita berbohong maka akan terjadi dilema dalam diri kita dimana kita tahu bahwa berbohong sesuatu hal yang tidak benar tetapi kita melakukannya, jadi itulah yang menyebabkan kebenaran tersebut menjadi tidak absolut. Karena adannya ketidak sesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan.
Jadi kebenaran yang absolut, hanya ada pada Dia yang sudah menjadikan alam semesta ini dengan begitu indah dan sempurna.
Ini hanya pemahaman saya mungkin Anda punya pemahaman yang lain semoga ini bisa menambah pemahaman kita dalam hal perbedaan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar