Dalam proses pengambilan keputusan atau menanggapi masalah baik di lingkungan social bermasyarakat, keluarga, tempat kerja bahkan dengan pasangan kita sendiri sering terjadi perbedaan yang tidak jarang menyebabkan terjadi perselisihan, sikap curiga, kecewa dan bahkan ada sampai kepada pertengkaran yang harus berakhir di pengadilan.
Pengalaman diatas mungkin semua kita pernah kita alami atau paling tidak pernah mendengar atau melihatnya terjadi disekitar kita. Karena hal itulah saya merasa tertarik untuk membahasnya apa sebenarnya yang paling mendasar membuat kita sering meangalami perbedaan pendapat dalam menghadapi suatu situasi atau dalam mengambil keputusan.
Hal yang paling mendasar dalam perbedaan pendapat atau sikap adalah “Persepsi” atau “cara pandang” seseorang terhadap suatu objek. Perbedaan persepsi akan mengakibatkan perbedaan perinsif, perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat dan perbedaan-perbedaan lainnya. Yang pasti perbedaan “persepsi” akan melahirkan perbedaan pada setiap individu ataupun kelompok.
Sebelum saya lanjutkan tulisan ini akan lebih baik kalau saya coba defenisikan apa sih sebenarnya persepsi itu, sehingga tidak menimbulkan perbedaan persepsi antara saya dengan anda nantinya.. hehehehehe…
Wikipedia mendepenisikan persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginpretasikan kesan-kesan sensorik mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Ada juga yang mengartikan Persepsi adalah proses pemberian nilai terhadap suatu objek jadi secara sederhana saya simpulkan persepsi adalah suatu proses yang dilakukan seseorang sebelum memberikan respon atau reaksi terhadap suatu objek.
Jadi dari pengertian diatas jelas dalam melakukan suatu tindakan atau pengambilan keputusan, setiap orang pasti ada di pengaruhi oleh proses kerja persepsi.
Hal yang menarik adalah hal-hal yang mempengaruhi proses kerja persepsi itu sendiri, sehingga nilai yang dihasilkan bisa menimbulkan perbedaan pada setiap orang.
Hal yang pertama yang saya pikir, rasakan dan alami pengalaman, merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses kerja persepsi seseorang. Misalnya Anda pernah beberapa kali di tipu oleh orang yang gemuk, pendek dan botak, maka secara tak sadar pengalaman itu akan mempengaruhi anda dalam menjalin kerja sama dengan orang lain apa lagi dengan tipe orang yang sama. Maka pertama akan mulai muncul rasa curiga yang membuat kita berhati-hati dalam melakukan proses kerja sama tersebut. Jadi sadar atau tidak sadar pengalaman akan menjadi pengetahuan bagi siapapun dan akan mempengaruhi siapapun dalam mengambil suatu tindakan atau keputusan.
Hal kedua yang saya piker cukup kuat mempengaruhi adalah pendidikan, nilai-nilai social baik keluarga maupun masyarakat. Semakin baik pendidikan dan pemahaman akan nilai-nilai social seseorang maka akan semakin baik pula dia dalam menangkap dan mengelola setiap informasi sehingga dalam mengambil tindakan atau keputusan benar-benar baik untuk semua hal yang dia lakukan.
Dan masih banyak lagi sebenarnya factor-faktor yang mempengaruhi persepsi seperti kondisi psikologis, kondisi fisik, social budanya dan lain-lainnya.
Jadi dari dua factor diatas ada satu hal yang pasti terjadi antara satu orang dengan yang lain atau antara satu kelompok dengan kelompok lain adalah perbedaan, baik itu prinsif, keyakinan, sikap dan tindakan. Sebagai contoh: niat baik belum tentu menurut orang lain baik, jadi relatif, hampir sama seperti melihat orang cantik atau ganteng setiap orang akan punya penilaiannya sendiri. Niat kita membantu orang lain bisa jadi orang lain berpikir Anda sedang mencari sensasi. Jadi seperti sering saya sampaikan “beda kepalannya ya benda isinya” dan Anda tidak dapat juga seta merta menyalahkan mereka berpikir seperti itu,, karena kita tidak tahu pengalaman, pendidikan serat nilai-nilai social yang tertanam dalam dirinya jadi itulah proses kerja persepsi tersebut dalam diri kita.
Oleh karena begitu banyaknya perbedaan dalam setiap individu dan kelompok maka proses komunikasi itu menjadi sangat berguna dan memang satu-satunya jalan yang paling efektif dalam mengatasi perbedaan tersebut, sampai hari ini saya yakin dan percaya “tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan dengan proses komunikasi yang baik” karena pada dasarnya kita memiliki nilai-nilai social yang baik dan bahkan sangat baik.
Yang terpenting arahkan hati dan pikiran Anda kepada hal-hal yang positif, sehingga ketika ada rangsangan-rangsangan yang negatif Anda bisa mengolahnya menjadi suatu hal yang positif bagi Anda dan orang lain.
Hidup bukan sampai saat ini saja, terus belajar dan olah semua pengalaman Anda menjadi energi positif yang memuliakan diri Anda.
Tetap Semangat Dan Sukses Menanti Anda…!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar