Sponsor

24 Mar 2012

Employee Engagement


Manusia adalah salah satu aset yang sangat besar peran dan 
nilainya dalam suatu organisasi baik industri jasa ataupun manufaktur disamping aset lain seperti mesin, gedung ataupun peralatan lainnya. Peranan manusia dalam organisasi saat ini bukan lagi hanya suatu sumber daya yang sifatnya statis akan tetapi menuju kearah dinamis yang dapat dikembangkan setiap hari. Kemampuan atau kehebatan manusia dalam suatu organisasi akan sangat menentukan daya saing organisasi tersebut. Organisasi tidak hanya membutuhkan manusia yang berintelektual tinggi, akan tetapi organisasi juga membutuhkan manusia yang berkomitmen, loyalitas tinggi terhadap pekerjaan dan organisasi, serta bertanggung jawab dan dapat bekerja sama dalam tim yang solid dalam bekerja sehari-hari. Lalu pertanyaan yang timbul adalah bagaimanakah caranya suatu organisasi mampu menciptakan manusia-manusia yang seperti itu?
Banyak studi atau penelitian yang telah dilakukan dalam hal investasi pada manusia dalam organisasi sangat berkaitan dengan performansi organisasi tersebut.

“Employee engagement”. Itulah jawaban yang hendaknya dapat dikembangkan suatu organisasi bagi para pekerjanya. Istilah ini bukanlah suatu hal yang sangat baru. Lebih kurang lima tahun terakhir ini, penelitian-penelitian telah banyak mencoba menyibak arti istilah dan bagaimana implementasinya di lapangan. Secara terminologi, arti yang dimiliki employee engagement adalah pemacu karyawan.

Institute of Employee Studies (2004) mendefinisikan employee engagement adalah suatu sikap positif dari karyawan terhadap organisasi tempat dirinya bekerja. Karyawan yang “terpacu” akan peduli dan rasa memiliki atau mengabdikan diri terhadap bisnis organisasi secara maksimal dan bekerja secara tim untuk meningkatkan performansi bagi organisasi. Benthal melalui DDI (2005) mengartikan employee engagement adalah suatu keadaan dimana manusia merasa dirinya menemukan arti diri secara utuh, memiliki motivasi dalam bekerja, mampu menerima dukungan dari orang lain secara positif, dan mampu bekerja secara efektif dan efisien di lingkungan kerjanya.
Lebih jauh dalam hal organisasi Bernthal mengartikan employee engagement adalah suatu komitmen dan loyalitas serta rasa memiliki karyawan terhadap organisasi untuk mensinergikan waktu dan tenaga yang dimiliki dalam usaha meningkatkan performansi diri dan organisasi ke arah yang lebih baik.
Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa employee engagement mengandung pengertian perilaku yang ditunjukkan seorang karyawan yang dapat mensinergikan waktu dan tenaga yang dimiliki secara komit dan bertanggung jawab dalam bekerja secara efektif dan efisien dalam meningkatkan performansi diri dan organisasi kearah yang lebih baik.  Akan tetapi, pengertian employee engagement berbeda cara pandangnya dengan kepuasan/komitmen karyawan. Perbedaan tersebut adalah employee engagement ditunjukkan dengan perilaku aktif sedangkan kepuasan/komitmen ditunjukkan dengan perilaku pasif. Karyawan dapat merasa puas/komitmen tetapi belum tentu akan merasa engaged.
Sumber: Hary Febriansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar