Bekerja dengan penuh motivasi berawal dari kebiasaan, dan kebiasaan ini lambat-laun bisa jadi karakter seseorang. Apa saja sih yang bisa membuat kita senantiasa termotivasi dalam bekerja? Apakah semata-mata karena rupiah? Mari coba kita simak satu persatu factor penyebab seseorang bisa senantiasa termotivasi dalam bekerja. Setidaknya kita bagi 4 faktor penyebab tersebut yaitu:
Faktor Internal:
· Kebutuhan
Motivasi dasar dari seseorang untuk bekerja pada awalnya adalah hasrat untuk bertahan hidup, dan memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang diharapkannya. Manusia mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya dengan bekerja.
· Tujuan
Tujuan organisasi (tujuan bersama) yang sudah ditransformasikan menjadi tujuan individu akan memotivasi individu untuk mencapai tujuan tersebut (tujuan pribadi). Misalnya pada tahapan level profit tertentu, maka perusahaan akan membagi kepemilikan (share) perusahaan terhadap karyawannya. Hal ini akan memacu karyawan untuk bekerja lebih keras karena tujuan perusahaan sudah sejalan dan bisa ditransformasikan ke tujuan pribadi karywannya.
· Kompetensi
Kompetensi yg dimiliki seseorang akan mendorong orang tersebut untuk lebih bermotivasi sehingga skill nya akan semakin tambah dan makin kompeten
Faktor Eksternal:
· Struktur Organisasi
Struktur organisasi bisa berpengaruh kuat terhadap motivasi karyawan di dalamnya. Dalam skala bisnis yg relative masih kecil, biasanya lebih diperlukan struktur yg ringkas, banyak “one man show”, kewenangan yg relative besar pada beberapa jabatan, sehingga bisa membuat karyawan termotivasi untuk meraih posisi tsb. Sebaliknya jika skala bisnis sudah semakin besar, struktur yg relative focus memang diperlukan untuk mengelola bisnis dengan tata kelola yg lebih baik. Konsekuensinya dengan struktur yg demikian mesti dibutuhkan orang yg benar-benar punya bakat dan minat di bidang yg digeluti, karena jika tidak maka struktur ini akan membunuh karir dan potensi pada karyawannya.
· Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja yang motivated akan mendorong individu menjadi pribadi yang bermotivasi. Lingkungan dapat berupa fisik dan non fisik. Lingkungan kerja Microsoft dan Google, misalnya sengaja dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan cita rasa kebebasan berekspresi.
Faktor Nilai:
· Budaya
Budaya disiplin itu indah misalnya, akan senantiasa membawa seseorang dalam komunitas tersebut untuk senantiasa disiplin, jika melanggar biasanya sanksi social dalam bentuk rasa malu, bersalah dsb.lebih terasa berat daripada sanksi disiplin itu sendiri.
· Keyakinan
Faktor motivasi karena keyakinan biasanya sangat kuat efeknya,misalnya seseorang yg bisa benar-benar meyakini bahwa bekerja dan berprestasi adalah sebuah ibadah, maka motivasinya tidak akan mudah luntur dengan berbagai hambatan yang ada.
Faktor Klasik:
· Hukuman dan Hadiah (Reward & Punishment)
Walau terkesan klasik model motivasi dengan reward and punishment masih sangat efektif. Ada beberapa orang yang bisa termotivasi dengan adanya potensi hadial (bonus) jika tercapai untuk pencapaian seuatu target, namun ada juga orang yang sudah merasa di zona nyaman, tidak akan terpengaruh dengan adanya rangsangan bonus tersebut. Jalan motivasi yang dilakukan biasanya dengan system punishment untuk merangsang orang kategori ini tetap bisa termotivasi, yaitu dengan mengganggu zona kenyamanannya dengan ancaman punishment jika tidak tercapai performance atau melanggar aturan yang ada demi target yg ingin diraih.
sumber: wahyudi hari siswanto,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar