Sponsor

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

12 Mei 2012


MEMBANTU KUPU-KUPU

Seorang anak laki-laki menemukan kepongpong seokor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati calon kupu-kupu itu ketika sedang berusaha keluar melewati lubang kecil pada kepongpong itu.

Setelah beberapa lama kupu-kupu itu berhenti berusaha keluar dari kepongpong. Tampaknya si calon kupu-kupu tersebut menyerah dan tidak membuat kemajuan yang berarti. Dan akhirnya sianak laki-lagi itu memutuskan membantu si calon kupu-kupu keluar dari kepongpong tersebut. Dia mengambil gunting dan memotong sisa kekangan dari kepongpong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya, namun dia mempunyai tubuh yang kembung dan kecil dan sayap-sayapnya mengerut.

Anak laki tersebut terus mengamati karena dia berharap bahwa, sayap kupu-kupu akan segera mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Ternyata sayap kupu-kupu tersebut tetap mengerut dan tidak bisa terbang. Si kupu-kupu harus menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya  dengan tubuh yang mengembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Secara alamiah, si kupu-kupu harus melewati proses melalui lubang yang kecil pada kepongpong. Proses yang menyakitkan karena terjepit dan menyakitkan karena akan terjepit dan terhimpit di lubang yang kecil tersebut, akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu mengalir ke sayap-sayapnya. Setelah sekian waktu sayap kupu-kupu semakin tumbuh kuat dan ketika berhasil keluar dari kepongpong secara alamiah, kupu-kupu tersebut akan siap terbang di ala, bebas dengan sayapnya yang indah.

Demikian juga dengan kehidupan kita, ketika kita bersabar menjalani segala proses yang ada,tidak mudah menyerah, terus berlatih dan terus mencoba maka pada akhirnya itu yang akan membawa kita kepada keberhasilan yang seutuhnya.

Tidak ada yang instan dalam kehidupan ini, segala hal yang instan akan memiliki efek samping yang pada akhirnya merugikan kita lebih banyak dari apa yang sudah kita miliki. Walaupun demikian kita semua pasti suka dengan mei instan dan kalaupun tidak suka paling tidak pasti pernah merasakannya.

Jadi dalam mencapai kesuksesan tidak ada kata yang instan harus bertekun dalam menjali proses yang ada, terus belajar, berususaha mencoba dan berdoa sampai kita di puncak kesuksesan seperti yang kita harapkan.

2 Des 2011

PROSES SUKSES


Untuk bisa meraih sukses sebenarnya tidak membutuhkan teori-teori yang rumit. Jika kita mampu mematangkan kelebihan-kelebihan kita secara konsisten, maka kita akan menjadi ahli di bidang yang kita tekuni. Dengan profesionalisme yang kita miliki pasti apa yang kita perjuangkan akan membuahkan hasil yang paling memuaskan.

Profesionalisme itu adalah kesiapan kita. Kita akan selalu siap kapan saja. Kita tidak akan lari menghadapi tantangan yang melintas di hadapan. Bahkan dengan kemampuan yang terasah kita akan jadi peka. Ada kalanya, suatu kesempatan yang oleh orang lain dianggap sepele dan dirasa tak akan memberikan hasil besar bisa kita ambil dan kembangkan menjadi sukses yang luar biasa.

Ada sejumlah cerita yang menarik di mana sejumlah tokoh dunia dengan kemampuannya bisa mengubah kesempatan sederhana yang ditemui menjadi sukses besar bahkan mengubah tradisi dunia. Di dunia ketik-mengetik kita mengenal Bette Graham, seorang juru ketik yang menemukan "Liquid Paper", cairan cepat kering untuk menutup salah ketik. "Post-It" yang jadi andalan banyak orang untuk menuliskan catatan yang mudah ditempel dan dilepas. Kertas tempel ini berasal dari cerita produksi lem gagal karena kurang lengket. Atau kisah sukses "Lonely Planet" yang dari kebiasaan mencatat perjalanan wisata murah-meriah kemudian jadi panduan dunia untuk menjelajahi berbagai negara. Semuanya awalnya sederhana. 

Sahabat yang Luar Biasa!
Pagi ini pada talkshow rutin di Radio Sonora, saya mengemukakan cerita menarik tentang "Pemancing Kecil". Seorang anak ingin belajar memancing yang ternyata setelah menjalaninya hanya kegiatan yang sederhana. Tetapi gurunya menjelaskan bahwa belajar memancing itu sama dengan belajar kehidupan. Setiap hari mengulang hal yang sama. Hanya yang sabar, tekun, fokus yang akan mencapai tujuannya, yakni meraih sukses yang diinginkannya.
 
Begitupun dengan kita. Untuk bisa meraih sukses bisa dimulai dengan hal sederhana. Kita bisa memulainya dengan apa yang kita hadapi. Sering kali kesempatan untuk sukses menyelinap di balik kesulitan dan rintangan. Dan selama kita tidak lari dari kesulitan, rintangan, dan berani menghadapinya, maka apa yang jadi halangan dan rintangan, akan bisa kita ubah menjadi sukses yang luar biasa. Apalagi jika itu adalah suatu kesempatan. Yang penting fokus pada tujuan dan mari berkonsentrasi mengerjakannya. 

Salam Sukses, Luar Biasa!!  

By: Andrie Wongso

25 Nov 2011

SEMANGAT

Semangat bersifat tidak konsisten selalu akan berfluktuasi mengikuti pola pikiran dan suasana hati. Bila pola pikiran dan suasana hati tidak dalam kepercayaan diri dan motivasi yang tinggi, maka semangat akan melemah; atau sebaliknya, bila kepercayaan diri dan motivasi sedang sangat tinggi, maka semangat akan memacu gairah untuk menjadi sangat luar biasa.
Bila tidak ada upaya yang sangat serius untuk merawat konsistensi semangat yang tinggi, maka sangat tidak mungkin setiap hari bisa hidup dalam semangat yang tinggi. Kadang-kadang, sehebat apapun motivasi seseorang dalam meraih tujuan hidupnya, pasti akan ada hari – hari yang membuat orang tersebut merasa kehilangan semangat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran diri yang tinggi untuk menjaga dan merawat semangat. Termasuk, kesadaran untuk mencerdaskan emosional diri, agar diri selalu bisa membangkitkan semangatnya kembali melalui kekuatan perasaan positif.
Semangat yang konsisten dan tinggi akan memacu kekuatan diri untuk memperjuangkan hidup melalui visi, tujuan, target, dan rencana yang berkualitas. Semangat yang terlatih melalui kekuatan kecerdasan emosional akan menjadi semangat yang tangguh, tabah, sabar, kuat, dan penuh antusiasme dalam meraih impian. Semangat yang terpelihara dengan baik akan bekerja total untuk menghapus semua cobaan dan hambatan dalam menuju pencapaian yang diinginkan.
Walaupun banyak cobaan dan himpitan kehidupan datang untuk membuat semangat mundur, tapi semangat yang terlatih tidak akan diam, dia akan bergerak terus bersama gairah hidup untuk memperjuangkan harapan dan impian sampai terwujud.
Semangat diri perlu dilatih dan dirawat secara rutin, dan dilakukan setiap hari. Tidak boleh ada hari tanpa memperhatikan dan merawat semangat hidup. Bila satu hari saja Anda malas atau lalai memperhatikan kekuatan semangat Anda, maka secara perlahan-lahan perilaku malas dan lalai itu akan menjadi kebiasaan yang berakumulasi untuk membuat diri Anda selalu kekurangan semangat hidup.
By: DJAJENDRA

11 Nov 2011

RESEP SUKSES DALAM BERKARIR WARGA TIONGHOA

Bangsa Tionghoa terkenal dengan kerja keras dan keuletan mereka dalam menggapai mimpi. Nama-nama seperti Mari Pangestu, Bob Sadino, Agnes Monica, Richard Oh dan Angelique Wijaya, pasti tak asing lagi di telinga Anda. Mereka hanya contoh kecil tokoh Indonesia keturunan Tionghoa yang mengukir prestasi cemerlang di bidang karir masing-masing. Mereka sekaligus membuktikan, warga Tionghoa tidak hanya bisa sukses sebagai pegadang. Etos kerja dan semangat juang tinggi (meski terkadang juga bisa dinilai sangat ambisius) adalah modal mereka.
1. Tak Takut Bermimpi. Meniti karir dari posisi paling bawah sekalipun, orang Tionghoa tidak gengsi. “Sebab, walau masih berada di bawah, mereka tidak takut bermimpi meraih jabatan paling tinggi, Misalnya, ketika menjadi seorang loper Koran, ia akan bermimpi memiliki sebuah penerbitan Koran,” ujar Drs. Sidharta Wirahadikusuma, M.Ed, Pengajar Jurusan Bahasa & Sastra Mandarin di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Ketua Konsorsium Daerah Bahasa Mandarin Dikmenti DKI Jakarta. Dengan menggenggam impian setinggi langit ini, disadari atau tidak, Anda pun akan berusaha mencari jalan dan menyusun strategi untuk mencapainya. “Orang Tionghoa amat percaya bahwa roda kehidupan itu selalu berputar. Suatu saat berada di bawah, namun di lain waktu pasti akan berhasil mencapai posisi puncak,” imbuh Sidharta.
2. Bekerja dan Bekerja. Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri Anda. Orang Tionghoa memegang hal ini sebagai pedoman hidup. “Ibaratnya, apabila tidak bekerja atau pun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain, apa gunanya hidup.” Ujar Sidharta. Waktu dan kesempatan adalah suatu kemewahan yang pantang disia-siakan oleh orang Tionghoa. JIka memakai filosofi ini dalam berkarir, maka itu berarti jangan selalu menakar tugas hanya dengan kepuasan materi. Sebab dengan menghasilkan karya yang baik, Anda pun sudah memperoleh kepuasan pribadi dan makin menguasai bidang pekerjaan yang Anda tekuni saat ini. Jangan lupa bahwa pembuktian diri berupa karya yang baik juga bisa menjadi ajang promosi diri. Bukan hanya pembuktian diri di perusahaan temapt Anda bekerja, namun juga akan sampai ke perusahaan tetangga.
3. Berpikir Untuk 3 Keturunan. Menurut falsafah Konghucu, bangsa Tionghoa selalu berpikir untuk 3 keturunan sekaligus, yaitu untuk dirinya, anak dan cucunya. Contohnya bila ia memiliki uang Rp50.000, maka ia tidak akan menggunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya sekitar Rp15.000 saja. Sisanya akan disimpan untuk keperluan anak dan cucu. Dengan bersikap hemat, mereka bisa mengantisipasi berbagaia masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.
4. Tak Pernah Menyerah. Setiap orang pasti menemukan rintangan dalam hidup. Namun, setiap rang juga memiliki cara berbeda dalam menyikapinya. Orang Tionghoa percaya, setiap rintangan dalam kehidupan ini akan membawa dirinya pada kondisi yang lebih baik. Ibarat ujian kenaikan pangkat, kalau berhasil dilewati maka akan memperoleh ganjaran (hasil) yang lebih besar. Ada pepatah klasik yang sejalan denganhal ini yaitu, kehidupan seseorang hendaknya seperti “ikan mas yang berhasil melompati jembatan naga”. Di Jepang dan Cina, ikan mas adalah lambangn kekayaan dan kesejahteraan. Di sungai mereka berenang menentang arus dari hilir ke hulu, untuk menangkap makanan. Walau sesekal terbawa arus, mereka berenang kembali menuju arah semula. Untuk menangkal kuatnya arus, ikan mas berenang menepi. “Pelajaran yang bisa ditarik adalah setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusahalah mencari solusinya. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula,” ujar Sidharta.
5. Menguasai Bisnis Dari Hulu ke Hilir. Dalam buku “Resep Kaya Ala Tionghoa” karya Lie Charlie, agar lebih hemat, seorang pengusaha Tionghoa akan berusaha memangkas biaya produksi dengan cara menangani sendiri keseluruhan proses produksinya. Misalnya, seorang pengusaha mie instan akan membuat sendiri semua bahan baku mie. Tepung terigu, bumbu-bumbu bawang, cabai, atau tmat diusahakan dibuat sendiri atau dengan menggandeng pemasok yang sudah dikenal, sehingga bisa member nya harga ‘miring’. Jadi selain berkonsentrasi pada bisnis hilir, pengusaha Tionghoa juga akan mengembangkan bisnis di hulu  untuk mendukung keseluruhan usahanya. Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha Tionghoa ini secara ilmu ekonomi bisa berbahaya karena rawan tindak monopoli, Anda bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sebagai pegawai, Anda juga bisa menerapkan tips ini dengan cara mengenal dan (kalau bisa) mengusai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi Anda di kantor. Misalnya, sebagai seorang staf marketing suatu perusahaan penerbitan, Anda juga perlu mengetahui  proses pembuatan naskah, layout, hingga pemasarannya. Bekali pula diri Anda dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat dari pelbagai sumber. Bukankah Anda punya cita-cita pada suatu saat nanti akan memiliki sebuah perusahaan penerbitan sendiri?
6. Memberi Service Terbaik. Memelihara reputasi adalah poin penting yang harus dipegang setiap orang. Sebab Anda sendiri akan enggan memiliki hubungan dengan seseorang yang tidak dapat dipercaya bukan? Dalam karir, menjaga reputasi dan nama baik bisa dilakukan dengan cara: selalu menepati janji, menaati tenggat pekerjaan serta selalu menampilkan kesan baik di mata setiap orang yang berhubungan dengan Anda. Terkait denga hal ini, dalam kebudayaan Tionghoa, ada pepatah yang berbunyi “Jika tidak pandai tersenyum, janganlah membuka toko.”Kira-kira maksudnya adalah dalam berkarir ataupun berbisnis, kemampuan kerja seseorang bukanlah hal utama yang dijadikan penilaian, faktor yang tak kalah penting adalah menyangkut kemampuan membawa diri dan kesediaan untuk memberika pelayanan yang terbaik setiap kali mengerjakan sesuatu.
7. Memelihara Relasi. Orang Tionghoa amat mementingkan kekerabatan dan relasi. Mereka percaya bahwa tidak ada orang yang memapu hidup sendiri tanp bantuan orang lain. Dengan memiliki relasi, peluang bisnis terbuka lebar. Bagi pengusaha Tionghoa, pelanggan juga termasuk relasi yang harus dijaga dengan baik. Bahkan demi mendapatkan pelanggan setia, mereka tidak akan segan untuk merugi di awal. Pepatah mereka mengatakan, “walau berisik dan membuang kotoran di mana-mana, seseorang tidak boleh menyembelih seekor angsa bertelur emas” Jadi, ibarat memelihara seekor angsa bertelur emas, maka seorang pengusaha wajib menjaga hubungan baik dengan pelanggannya, walaupun pelanggannya seringkali merepotkan. Dalam berkarir, Anda pun harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan serta klien. Dengan menjaga hubungan yang dimiliki, niscaya kebahagiaan dan kesuksesan tidak akan berada jauh dari tempat Anda berdir saat ini.
dari berbagai sumber

6 Nov 2011

MENGHADAPI KEGAGALAN DENGAN SENYUM

“Setiap Peristiwa Dalam Hidup Adalah Kesempatan Untuk Memilih Jalan Hidup Baru Sesuai Kesempatan Yang Diberikan Oleh Pengalaman.” – Djajendra

Seorang kenalan menghadapi ketakutan, dia sangat takut menghadapi kegagalan, dan dia melihat kegagalan sebagai hukuman mati atas kehidupan berkecukupan yang telah dia miliki selama ini.
Setiap orang pastinya tidak ingin hidup dalam kegagalan dan kekurangan. Setiap orang selalu ingin menemukan kedamaian, kepuasan, keberkecukupan, kesejahteraan, dan kesuksesan atas kehidupan yang dimiliki. Tapi, kehidupan, kadang-kadang,  akan hadir untuk memberikan ujian melalui kegagalan.
Menurut pengalaman saya, kegagalan itu sebagai alat untuk memberitahukan kepada diri, tentang perlunya diri menciptakan ruang dan jalan baru, untuk sukses baru di level yang lebih tinggi.
Setiap peristiwa kegagalan kalau disikapi secara positif akan menjadi energi yang mengubah hidup ke arah baru. Awalnya, mungkin kegagalan itu terasa sangat pahit, tapi kalau diri memiliki kesadaran dan kecerdasan untuk mengambil makna dari kegagalan itu, maka kegagalan itu hanya akan menjadi awal untuk sebuah sukses yang lebih besar.
Biasanya, kegagalan selalu membuat diri dalam ketakutan. Diri akan sangat takut untuk menerima kenyataan tentang kehilangan akibat dari kegagalan. Tapi, bila diri menjadi lebih ikhlas dan lebih sadar untuk memulai lagi sebuah perjalanan baru dengan bermodalkan pengalaman positif dari kegagalan, maka diri akan berjuang kembali bersama keyakinan diri yang kuat. Untuk kemudian, menjadi lebih berani menuju sukses baru dengan melewati rintangan besar kegagalan, yang sedang menghadang perjalanan diri menuju sukses yang diharapkan.
Keberanian diri untuk melepaskan baju sukses pelindung segala sukses di masa lalu, dan memulai kembali dari awal untuk merajut baju sukses baru, akan menemukan diri sebuah kekuatan untuk membiarkan sukses lama pergi dengan penuh ikhlas, dan memfokuskan semua energi untuk sepenuhnya bekerja dan berjuang buat sukses baru.
Para pemenang selalu tidak pernah menyerah terhadap jenis kegagalan apa pun. Para pemenang selalu bekerja sangat keras untuk menghadapi ketakutan yang berasal dari kegagalan. Dan, tidak akan pernah membiarkan suksesnya mati dalam ketakutan.
Para pemenang selalu termotivasi untuk bangkit kembali dengan kekuatan baru, yang lebih terkalkulasi dengan berbagai risiko, untuk kemudian menemukan sukses baru yang lebih hebat setelah kegagalan yang dialami.
by: DJAJENDRA

29 Okt 2011

10 NASEHAT EINSTEIN UNTUK ANDA YANG MAU SUKSES


Einstein merupakan salah satu manusia yang paling genius di bidangnnya sepanjang masa, bahkan sampai saat ini kita masih sering mendengar bahkan mempelajarinnya.
Tapi disini kita coba lihat sisi lain dari Einstein, jauh dari bidang-bidang ilmu yang ia geluti. Kita coba melihat apa yang mendasari dia menjadi salah satu orang yang sangat berpengaruh dibidangnnya:


1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan. 

2. Tekun itu Tak Ternilai

"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."

Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai. 

3. Fokus pada saat ini.

"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun. 

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. 

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'. 

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. 

4. Imaginasi adalah kekuatan

"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! 

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. 

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan. 

5. Buat Kesalahan

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. 

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. 

6. Hidup pada saat ini

"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."

Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik. 
Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok. 

7. Hargai diri Anda

"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. 

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya. 

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda

"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."

Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. 

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. 

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis? 

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman

"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."

Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. 

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. 

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana. 

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik

"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya. 

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

Dari berbagai sumber