Sponsor

29 Mar 2012

BELAJAR MENCINTAI SESUATU YANG ANDA LAKUKAN


Saya berbagi penemuan saya yang paling menarik dengan Anda. Anda bisa membuatnya menjadi “pelita”

Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silahkan tidur siang.
Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah piknik.
Jika Anda ingin berbahagia selama satu minggu, pergilah berlibur.
Jika Anda ingin berbahagia selama satu bulan, menikahlah
Jika Anda ingin berbahagia selama satu tahun, warisi kekayaan.
Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda.

Saya sudah hidup dengan pemikiran ini selama lebih 3 tahun dan kehidupan saya menjadi lebih terfokus. Saya selalu mempunyai sikap yang positif disbanding kebanyakan teman saya. Dahulu saya masih sering tergelincir. Kini, saya tidak terlalu sering lagi tergelincir, walaupun katakanlah sekali dalam sebulan.

Ia lebih suka menyalakan lilin dari pada menyumpahi
kegelapan dan cahayanya telah menghangatkan dunia
“Adlai Stevenson”

Setiap hari kita sudah terbiasa bangun pagi dan melakukan apa yang harus dilakukan. Cara sederhana saya yang telah sering di ujicobakan adalah menikmati apapun yang tengah saya lakukan. Didalam diri kita ada keinginan abadi untuk mengerjakan tugas-tugas yang menantang, tetapi sayangnya kebanyakan dari kita duduk-duduk saja menunggu terdengarnya ketukan peluang di pintu kita. Peluang memang dating. Tetapi kebanyakan dari kita tidak mendengar ketukan itu karena yang ingin kita dengarkan adalah “dentuman besar” Pada hal pada kenyatannya, banyak peluang baik mengetuk hanya dengan suara lembut. Semntara itu kita menjadi khawatir. Ada yang mendengar “ketukan kecil” itu dan langsung bergerak dan mereka menjadi sibuk, mereka mulai menyukai apa yang mereka lakukan dan perasaan negatifpun menghilang. Mungkin ini mirip dengan kisah ayam dan telur yaitu ketika sang ayam dating terlebih dahulu dan sibuk mengais dan mulai memproleh cukup cacing serta bertelur “telur emas”, sesederhana itu. Sikap sebaliknya adalah dengan hanya sebutir telur, apa yang dapat dilakukan orang selain “menunggu dan melihat”. Jadi sebenarnya terserah Anda, apakah ingin mengerami sambil bersedih atau maju kemuka dengan antusiasme.

Sumber: Buku Born To Win

Tidak ada komentar:

Posting Komentar