Sponsor

18 Okt 2011

PERTAHANKAN HUBUNGAN YANG BAIK DAN PERSAHABATAN

“JAGAN MERASA BAHWA PERSAHABATAN MEMUNGKINKAN ANDA MENYATAKAN HAL-HAL YANG MENGUNDANG PERTENTANGAN PADA KARIB ANDA. SEMAKIN DEKAT HUBUNGAN ANDA DENGAN SESEORANG, SEMAKIN DIPERLUKAN KEBIJAKSANAAN DAN KESOPANAN”
Oliver Wendell Holmes

Saya mempunyai teman yang memiliki frase favorit, kita semua pasti memilikinnya, bukan? “Saya tidak tahu bagaimana mungkin hal itu disebut sikap yang baik.” Dia menggunakannya jika ada yang menentangnnya dalam rapat atau mencuru idenya. Saya menyukai frase itu karena menyatakan segala sesuatu tentang hubungan kerja yang buruk. Sikap yang baik konsep yang sederhana tetapi subjek yang leluasa.
Sangat mudah mempertahankan hubungan yang baik dan pertemanan di tempat kerja jika Anda mempertahankan sikap baik. Hal ini tidak mesti berarti membuka pintu untuk orang lain atau membawakan tasnnya. Sikap yang baik adalah sopan, hangat, manusiawi, mengasihi, membatu, menyambut, semua hal tersebutlah yang perlu Anda lakukan setiap saat.
Hal ini akan menjadi sulit jika harus ditrapkan kepada orang yang tidak kita sukai, bertentangan di masalalu atau yang bersikap kasar dan tidak menyenangkan Anda. Tapi justru itulah saat terpenting untuk memperaktekan kemampuan ini.
Orang paling kasar dan paling tidak menyenangkan sekalipun akan sangat kesulitan untuk tetap bersikap kasar jika Anda bersikap menyenangkan, tersenyum, dan terbuka kepada mereka (terutama jika Anda dapat menyatakan sedikit pujian tentang keahlian mereka dalam suatu hal maka itu akan lebih mempererat hubungan baik Anda dengan setiap orang ditempat kerja Anda)
Coba memandang kolega Anda seakan mereka bersikap sehangat Anda. Jika Anda selalu mencoba mendekati setiap orang dengan optimism, Anda akan mendapati mereka tidak punnya pilihan selain merespon Anda dengan ramah. Tawarkan bantuan kapanpun Anda bisa. Berbicaralah dengan setiap orang seakan mereka setara karena memang demikian seharusnnya. Carilah hal positif dalam diri setiap orang, temukan sesuatu tentang merekauntuk Anda sukai atau hargai dan fokuskanlah pada hal itu. Luangkan waktu Anda dengan pegawai terendah sebanyak yang Anda akan Anda lakukan dengan pegawai tertinggi. Perlakukan setiap orang sama dengan hormat dan sopan.
Sumber: The Rules Of Management

17 Okt 2011

PASTIKAN ORANG TAHU DENGAN TEPAT APA YANG DIHARAPKAN DARI MEREKA


“HAL INI KEDENGARAN CUKUP SEDERHANA, CUKUP KATAKAN PADA ORANG APA YANG ANDA INGIN MEREKA LAKUKAN SEHINGGA MEREKA DAPAT MENYELESAIKANNYA. SAYANGNNYA, TERLALU SERING ORANG DISURUH MENGERJAKAN TUGASNNYA TANPA TAHU APA YANG DIHARAPKAN DARI MEREKA. MEREKA TERPILIH DARI SEKELOMPOK ORANG DAN TERHERAN-HERAN MENGAPA MEREKA DIPILIH”
Chris Edgelow

Memberi seseorang uraian tugas dan kontrak lalu menunggu dan mengharapkan mereka mengerjakan tugasnnya adalah tindakan yang mudah. Persoalannya, tindakan ini membuat lebih banyak orang bingung dan waktu terbuang. Lebih baik beri tahu mereka apa yang diharapkan dari mereka.
Apa yang diharapkan dari mereka? Yang diharapkan jauh lebih banyak dari pada pekerjaan itu saja. Anda harus memikirkan setiap peranan individu dan apa sebenarnnya yang diharapkan dari orang tersebut.
Sangat penting bagi setiap orang untuk memahami setiap peran mereka dalam setiap rencana strategis dan hasil yang diharapkan dari mereka. Sangat penting bagi tiap anggota tim untuk mengetahui nilai serta standar tim dan perusahaan, dan sikap serta perilaku apa yang diharapkan dari mereka (terbuka? Jujur? Imajinatif? Peduli? Bisa?). mereka juga harus memahami persyaratan emosional, ketepatan waktu, sikap terhadap rekan kerja dan system manajemen perusahaan.
Untuk pegawai baru, akan sangat membantu jika Anda memiliki program atau panduan, sehingga dalam peruses pembelajaran terhadap apa yang diharapkan dari mereka segera dapat direalisasikan dan akan sangat membatu apa bila ada orang yang sudah berpengalaman mendapinginnya dalam proses pembelajaran tersebut.
Setiap orang perlu tahu apa yang diharapkan dari mereka dalam setiap situasi. Anda tidak dapat menegur dengan keras seseorang yang sedang bercinta di dalam lemari sapu jika belum ditegaskan bahwa mereka tidak boleh melakukan hal tersebut. “Tetapi kami selalu melakukannya ditempat kerja saya sebelumnnya dan tidak ada yang mengeluh”

Sumber: The Rules Of management

16 Okt 2011

Kisah Inspiratif


Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?

Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”

Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja




BERKOMUNIKASI EFEKTIF DALAM SEBUAH TEAM

Salah satu komponen penting dalam membangun sebuah teamwork yang baik adalah adanya komunikasi yang efektif dalam tim tersebut. Komunikasi dapat memperkuat ataupun memperlemah bahkan menghancurkan sebuah tim. Good communication can build up a team, bad one can break it. Komunikasi yang baik dapat membangun kekuatan sebuah tim, sedangkan komunikasi yang buruk dapat menghancurkannya.
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Tentu kita sudah sering mendengar semboyan tersebut di telinga kita. Semboyan ini merupakan salah satu semboyan dalam perjuangan bangsa kita dalam perang untuk merebut kemerdekaan. Hal ini dapat kita lihat secara nyata dalam contoh sebuah sapu lidi. Batang yang digunakan untuk membuat sapu lidi teramat tipis dan rapuh. Seorang anak berusia lima tahun pun dapat mematahkannya dengan mudah. Tetapi apa yang terjadi apabila kita menyatukan batang lidi yang teramat tipis dan rapuh tersebut menjadi sebuah sapu lidi? Jangankan seorang anak kecil yang berusia lima tahun, orang dewasa yang telah berusia dua puluh tahun pun tidak dapat mematahkannya walau ia menggunakan seluruh tenaganya. Begitu pula yang akan terjadi apabila kita bekerjasama dalam sebuah tim.


Sebenarnya, setiap orang di planet ini terlibat atau melibatkan diri dalam pembangunan tim. Oleh karena itu, kita dirancang untuk berfungsi dalam jalinan dan hubungan saling ketergantungan dengan orang lain. Hal ini tidak terlepas dari sifat manusia yang merupakan makhluk sosial, yang harus berinteraksi dengan sesamanya untuk dapat hidup dengan baik. Sebuah perusahaan merupakan kerjasama dari tim. Sebuah klub sepak bola merupakan hasil kerjasama sebuah tim. Bahkan untuk hal-hal yang bersifat individual pun tetap memerlukan sebuah tim untuk dapat berfungsi secara baik. Sebagai contoh dapat kita lihat pada olahraga perseorangan seperti olah raga tinju, lari, golf maupun catur. Kita tidak dapat berhasil mencapai suatu kesuksesan dalam olah raga tersebut tanpa adanya kerjasama. Seorang atlet tinju, lari, golf, dan olah raga individu lainnya tetap membutuhkan pelatih, manajer, maupun para pendukungnya untuk saling bekerjasama dalam mencapai sukses.


Kapan dan di mana pun orang bersama-sama atau berada dalam kebersamaan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, itulah sebuah tim. Prioritas utama sebuah tim apapun adalah untuk belajar berfungsi seefektif dan semulus-mulusnya sehingga secara individu dan bersama-sama, anggota tim itu dapat meraih sasaran yang tepat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat meraih kesuksesan tanpa bekerjasama dengan orang lain.Kekuatan Kerja Tim
TEAM (Tim) bukanlah sekedar kata, melainkan juga merupakan akronim untuk suatu kebenaran yang dahsyat, yaitu Together Everyone Achieve More. Konsep dari tim ini terbentuk dari kata yang sering kita dengar berulang kali, yaitu sinergi. Kata sinergi ini berasal dari bahasa Yunani sunergos, "sun" berarti bersama dan "ergon" berarti bekerja. Sinergi berarti interaksi dari dua individu atau lebih atau kekuatan yang memungkinkan kombinasi tenaga mereka melebihi jumlah tenaga individu mereka.


Kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju satu visi yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu ke arah sasaran organisasi. Itulah rangsangan yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa. Dalam mata kuliah Organizational Behavior yang pernah saya pelajari, terdapat demonstrasi bagaimana kerjasama dapat menghasilkan suatu hal yang luar biasa. Kami disuruh untuk membentuk beberapa tim yang beranggotakan lima orang, di mana kami semua belum memiliki kemampuan untuk menganalisis bidang ini dengan baik. Setiap orang dalam kelompok kami diminta untuk memberikan peringkat terhadap suatu hal berdasarkan urutan dari hal yang kami anggap paling penting. Setelah itu setiap pendapat dari kami digabungkan untuk mendapatkan rata-rata peringkat untuk setiap kelompok. Apa yang terjadi? Kesimpulan rata-rata kelompok kami mendekati jawaban yang telah diberikan. Bahkan apabila hasil dari setiap kelompok disatukan dan diambil rata-ratanya, maka penilaian kami hampir sama dengan penilaian para ahli di bidang tersebut. 


Demonstrasi nyata lain mengenai prinsip sinergi dapat kita lihat pula dalam kontes kuda penghela dalam kontes kuda penghela di suatu pekan raya kota. Kuda juara dalam kontes tersebut mampu menghela gerobak seberat 2.250 kilogram. Juara kedua sanggup menarik beban sebesar 2.000 kilogram. Dalam teori, berarti kedua kuda tersebut secara bersama-sama harus mampu menggerakkan maksimum 4.250 kilogram. Untuk uji coba teori tersebut, pemilik kedua kuda memadukan kedua kuda dan membebaninya dengan gerobak. Semua orang yang melihat terperangah. Kedua kuda tersebut mampu menarik beban seberat 6.000 kilogram, atau 1.750 kilogram lebih berat dibanding jumlah upaya yang mampu mereka lakukan sendiri-sendiri. Sinergi dapat dipakai untuk menyatukan tenaga individu, menutup keterbatasan individu, untuk menggandakan upaya individu, supaya sasaran yang lebih banyak dan lebih besar dapat dicapai.Komunikasi
Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah:

  1. pengirim pesan (sender)
  2. pesan yang dikirimkan (message),
  3. bagaimana pesan tersebut dikirimkan (communication channel)
  4. penerima pesan (receiver)
  5. umpan balik (feedback). 
Pesan tersebut disampaikan melalui suatu media komunikasi, sehingga dapat diterima dengan baik oleh si penerima, dan menghasilkan umpan balik yang berguna bagi si pengirim pesan. Yang dimaksud media komunikasi di sini bukan hanya berupa percakapan secara langsung dengan menggunakan suatu bahasa yang dapat dimengerti, melainkan segala hal yang dapat membuat individu saling berinteraksi dan saling mengerti mengenai pesan apa yang akan disampaikan, sehingga tidak terjadi salah penafsiran mengenai isi dari pesan tersebut. Media komunikasi tersebut bisa juga berupa isyarat melalui gerakan tubuh, morse, maupun melalui alat bantu seperti surat, gambar, serta alat bantu visual lainnya.Komunikasi dalam Tim


Untuk dapat membangun kerjasama dalam sebuah tim, diperlukan komunikasi antaranggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai. Pernah kah kita membayangkan apa yang terjadi dalam suatu tim apabilla setiap anggotatim tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan anggota tim lainnya? Seberapa pun hebatnya kemampuan individu dalam suatu tim, mereka tidak akan ada gunanya apabila tidak dapat berkomunikasi antara yang satudengan lainnya. Mereka hanya akan menjadi sebuah kelompok yang tidak tahu ke mana arah yang akan dituju.Keahlian mereka akan menjadi sia-sia apabila mereka tidak dapat mengkomunikasikannya dengan orang lain.  Contoh nyata yang sering kita lihat adalah pada pertandingan sepak bola. Sering kali pada pertandingan sepak bola, di mana terdapat suatu tim yang bertabur bintang dengan skil individu yang tinggi kalah oleh sebuah tim yang berisikan pemain dengan kemampuan skill individu yang tidak begitu menonjol. Apa yang menyebabkan tim tersebut dapat menang? Komunikasi yang baik dan saling pengertian antarpemain dalam tim tersebutlah, yang menyebabkan tim yang diisi oleh pemain yang memiliki skill rata-rata dapat berubah menjadi tim yang hebat dan menakutkan. Hal ini telah diakui oleh pelatih sepak bola manapun di dunia ini.Mereka mengakui bahwa skill individu merupakan hal yang penting, tetapi ada hal yang lebih penting dalam suatu tim sepakbola; yaitu kerjasama tim, kesadaran akan tugasnya masing-masing dan saling pengertian antarpemain tim tersebut.


Dari Berbagai sumber

15 Okt 2011

APA KITA SERING MOOD-MOOD-AN???

Keunikan Mood
Rasa-rasanya sudah biasa kita menggunakan istilah mood. Umumnya, istilah mood itu kita pahami sebagai suasana batin tertentu, bisa bad dan bisa good. Kalau melihat ke pendapat ahli, seperti yang dikutip Wikipedia misalnya, mood adalah keadaan emosi (state of emotion) yang berlangsung secara relatif, yang sebab-sebabnya seringkali subyektif atau tidak jelas. Jika seseorang merasa takut, itu ada sebabnya, entah faktual atau perceptual (sebab-sebab yang dipersepsikan seseorang). Sama juga kalau seseorang merasa gembira. Kegembiraan muncul karena sebab-sebab tertentu. Tapi untuk mood, sebabnya seringkali tidak jelas atau stimulusnya kerap kurang faktual. Misalnya  saja, kita tahu-tahu merasa bad mood saat mau berangkat ke kantor.
Penjelasan yang mirip sama juga bisa kita dapatkan dari bukunya Philip G. Zimbardo (Psychology and Life: 1979) tentang mood.Mood adalah keadaan emosi tertentu yang tidak masuk dalam kategori state (emosi yang dipicu oleh faktor eksternal tertentu) atautrait (bentuk emosi yang menjadi bawaan seseorang). Perubahan mood  bisa berlangsung dalam ukuran jam atau hari. Bagi sebagian orang, perubahan mood kerap mempengaruhi gairahnya untuk  melakukan sesuatu atau bahkan bisa mempengaruhi keputusan dan tindakannya. Sejauh pengaruh itu tidak menyangkut ke urusan yang penting dan sangat menentukan, mungkin masih bisa kita bilang biasa.  Namanya juga orang hidup. Alam saja punya musim dan cuaca.
Tapi, bila itu sudah merembet ke urusan yang sangat penting, maka sulit rasanya untuk mengatakan itu biasa. Misalnya kita sedang menekuni keahlian tertentu. Jika gairah kita lebih sering dikendalikan oleh perubahan mood, mungkin akan sangat pelan kemajuan yang bisa kita raih, yang mestinya bisa kita raih lebih cepat, jika seandainya kita tidak mut-mutan (moody). Lebih-lebih jika perubahan mood itu sering kita alami sudah menyangkut ke urusan dengan orang lain atau organisasi. Misalnya kita tiba-tiba membatalkan janji dengan mitra gara-gara mood. Kita mengubah haluan yang sudah disepakati orang banyak gara-gara mood; atau kita mengambil keputusan penting yang menyangkut keluarga karena soal mood. Gampangnya ngomong, kita sudah menjadi orang yang mut-mutan sehingga sulit dipegang.
Mood Disorder
Di dalam kajian Psikologi, ada istilah yang akrab disebut mood disorder atau perubahan mood yang sudah tidak sehat lagi atau kacau. Dr. C. George Boeree, dari Shippensburg University (Mood Disorder: 2003), menjelaskan bahwa Mood Disorder itu merupakan sisi ekstrim yang sudah tidak sehat (patologis) dari perubahan mood tertentu, misalnya terlalu girang atau terlalu malang (sadness and elation). 
Definisi di atas rasa-rasanya sudah cukup untuk kita jadikan sebagai acuan perbaikan diri. Lain soal kalau kita ingin menggunakannya untuk presentasi tugas-tugas akademik yang menuntut sekian teori, perspektif, dan analisis data atau fakta. Untuk kepentingan perbaikan diri, pengaruh perubahan mood yang perlu kita deteksi itu antara lain adalah:
  • Apakah perubahan mood itu sudah benar-benar ekstrim hingga sudah bisa dibilang sangat membahayakan, misalnya ugal-ugalan saat berkendaraan di jalan raya atau membanting barang-barang yang berguna buat kita hingga fatal?
  • Apakah perubahan mood itu sudah benar-benar dapat melumpuhkan fungsi kita dengan sekian tanggung jawab yang harus kita jalankan hingga kita menjadi orang yang “EGP” (Emang Gue Pikiran) terhadap tugas-tugas kantor, tanggung jawab profesi,  atau tugas sebagai orangtua? 
  • Apakah perubahan mood itu sudah membuahkan tanda-tanda rusaknya hubungan kita dengan orang lain gara-gara misalnya banyak janji yang tidak kita tepati, banyak missed call atau SMS yang tidak kita jawab, dan lain-lain?



Sekian jawaban yang bisa kita gali dari pertanyaan di atas memang masih belum tentu bisa disebut Mood Disorder secara teori keilmuannya. Hanya saja, dengan menggunakan akal sehat, pasti kita sudah bisa menyimpulkan bahwa perubahan mood yang sudah menimbulkan bahaya dan kerusakan, tentu bukan lagi urusan yang biasa atau normal.
Gaya Hidup Depresif
Apa yang pertama-tama perlu kita telaah ketika perubahan mood yang kita alami itu sudah berdampak pada hal-hal buruk seperti di atas? Salah satu yang terpenting adalah gaya hidup, kebiasaan, atau tradisi, dalam arti prilaku yang berulang-ulang kita lakukan secara hampir tidak kita sadari sepenuhnya. Pertanyaannya, gaya hidup seperti apa? Gaya hidup yang bisa menjelaskan munculnyamood secara kebablasan (patologis) adalah gaya hidup depresif.  Seperti sudah sering kita baca di sini, depresi itu adalah stress yang berlanjut atau gagal kita tangani secara positif.  Dalam prakteknya, depresi itu ada yang sifatnya respondent dan ada yang sifatnya sudah menjadi tradisi yang berlangsung lama.
Depresi yang sifatnya respondent umumnya dipicu oleh kejadian eksternal yang kita rasakan stressful, seperti misalnya ada tragedi diri yang membuat kita harus hengkang dari kantor atau perusahaan yang selama ini kita besarkan, perceraian yang diawali peristiwa yang menyakitkan, atau kematian yang tidak normalnya menimpa orang tersayang, dan berbagai peristiwa lain yang sulit kita terima secara langsung. Jika acuannya praktek hidup, depresi yang respondent umumnya diketahui sebab-sebabnya atau kronologisnya. Ini agak beda dengan depresi yang sudah menjadi gaya hidup. Mungkin ada pemicunya, tetapi pemicu itu tidak kita sadari sehingga menggunung dan berlahan-lahan membuat kita merasa dikelilingi oleh berbagai beban, tekanan, dan ancaman.


Untuk menelaan apakah praktek hidup kita sehari-hari sudah diliputi berbagai beban, tekanan, dan ancaman yang depresif itu, mungkin gejala umum di bawah ini dapat kita jadikan acuan:
  • Menurunnya energi untuk melakukan sesuatu, bad mood.
  • Sulit berpikir atau berkonsentrasi sehingga membuat kita lupa atau tidak menyadari tanggung jawab, dari mulai yang sepele, katakanlah seperti lupa membayar makanan yang kita ambil, dan semisalnya
  • Inginnya tidur terus atau sulit tidur, ingin makan terus atau sulit makan
  • Tidak care lagi terhadap urusan penampilan, misalnya acak-acakan
  • Sulit mengambil keputusan atau cepat berubah-ubah keputusannya (tidak bisa dipegang)
  • Mengalami kelambanan psikomotorik, seperti ngomongnya sepenggal-sepengal, lamban meresponi sesuatu, atau males ngomong
  • Berpikir secara tidak sehat mengenai kematian
 
Membebaskan Diri Dari Depresi
Di literaturnya, memang banyak pernyataan ahli yang mengingatkan agar kita tidak cepat berkesimpulan bahwa perubahaan mood yang sudah menciptakan gangguan itu murni karena depresi. Untuk mengetahui sebab-sebab yang spesifik, diperlukan pendalaman oleh tenaga ahli. Dan itu umumnya butuh waktu. Tapi, hampir semua sepakat bahwa depresi dapat membuat seseorang lebih sering dikendalikan oleh suasana batin dalam mengambil keputusan sehingga layak bisa dibilang mut-mutan. Karena batin kita sedang depresif, maka keputusan kita pun mencerminkan gejala-gejala depresi seperti di atas. Misalnya tidak konsentratif, tidak bergairah untuk bertanggung jawab, dan seterusnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar depresi itu tak sampai membuahkan kebiasaan moody? Akan dibilang sombong jika kita berpikir sanggup mengantisipasi peristiwa depresif seratus persen. Banyak peristiwa menyakitkan yang tak sanggup diantisipasi oleh manusia atau oleh negara sekali pun, misalnya bencana. Ada bencana yang karena ulah manusia, tetapi ada yang karena sudahmaktub (tertulis).
Karena itu, selain memang perlu mengantisipasi, kita pun perlu melakukan mekanisasi (menciptakan mekanisme pertahanan-diri) untuk menghadapi peristiwa yang sudah tak bisa diantisipasi. Mekanisme ini dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.     Mekanisme eksternal
2.     Mekanisme internal
Katakanlah kita kini merasakan situasi kantor atau rumah tangga yang benar-benar depresif dan sebab-sebabnya sudah ruwet, seperti benang kusut. Mekanisme eksternal yang bisa kita lakukan antara lain: mengatur (to manage), mengubah, memperbaiki, atau pindah ke situasi baru.  Tapi ini men-syaratkan kemampuan, kemantapan, dan tangggung jawab. Jika itu belum sanggup kita jalankan, maka yang bisa kita lakukan adalah menciptakan mekanisme internal. Jumlah dan bentuk mekanisme internal yang diciptakan Tuhan untuk mempertahankan hidup itu sangat tak terbatas, dari mulai menciptakan interpretasi baru, opini baru, definisi baru, makna baru, refleksi baru, sikap baru dan seterusnya.
Mekanisme internal itu intinya adalah upaya kita menciptakan pikiran, perasaan, dan keyakinan yang membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih tercerahkan. Mekanisme internal ini bahkan lebih berperan ketimbang mekanisme eksternal dalam mengkondisikan seseorang menjadi depresi atau tidak. Dalam prakteknya, belum tentu orang yang di penjara itu lebih depresif ketimbang orang yang bebas. Belum tentu orang yang namanya dan gambarnya dijadikan sasaran tudingan dan hinaan di media atau demo itu lebih depresif. Bisa ya dan bisa tidak, atau bahkan malah bisa semakin matang, tergantung mekanisme internalnya.

Yang perlu kita jauhi bersama adalah, sudah kita belum mampu menciptakan mekanisme eksternal (karena soal berbagai cost), menciptakan mekanisme internal yang gratis pun tidak kita ciptakan. Atau malah membangun mekanisme internal yang semakin men-depresi-kan diri sendiri hingga membuat kualitas keputusan hidup kita menurun drastis atau mut-mutan melulu. Memang, mekanisme internal itu muncul dari sekian dukungan, mungkin nilai, ilmu, informasi, dan yang terpenting lagi adalah latihan (proses dan prosesi).
Semua dukungan itu hanya akan kita dapatkan setelah ada pondasi yang kuat, yaitu:
1.     Munculnya dorongan untuk berubah ke arah yang lebih baik
2.     Menyadari adanya kebutuhan untuk berubah.

Jika dua hal ini tidak ada, mungkin semua pintu akan tertutup. Dari laporan penelitian beberapa ahli diakui bahwa yang membuat orang tak kunjung bisa menguasai mood-nya adalah karena orang itu tidak menyadari adanya kebutuhan untuk mengubah dirinya. Bahkan mungkin merasa itulah yang benar.
Berpikir Hidup Ini Hanya Sekali
Tidak semua perubahan hidup yang kita nilai sangat fundamental itu harus dimulai dari pemikiran yang canggih, pintar, dan kompleks. Itulah hebatnya keadilan Tuhan. Adakalnya bisa dimulai dari pemikiran yang sederhana, yang tidak hanya diketahui oleh para profesor, dan mungkin salah. Contohnya adalah berpikir “Hidup ini hanya sekali”. Untuk kita, ini salah karena hidup itu dua kali, tidak ada kalimat yang canggih di situ, dan  tak ada teori yang melatarbelakanginya. Tapi, jika kita berhasil menggunakannya untuk mengantisipasi munculnya gaya hidup yang depresif, hasilnya akan canggih. Dengan berpikir seperti itu, kita akan segera sadar, untuk apa kita membiarkan diri larut dan hanyut ke dalam gaya hidup yang depresif, wong hidup hanya seperti mampir ngombe(numpang minum) saja? Kenapa nggak kita nikmati saja hidup yang hanya sekali ini dengan sekian mekanisme yang bisa kita buat? “Gitu aja kok repot?”, mengenang ucapan Gus Dur semasa masih hidup.
Semoga bermanfaat.

Oleh : Ubaydillah, AN ( e-psikologi.com)
  

DISIPLIN DIRI ADALAH KUNCI SUKSES

Disiplin adalah syarat mutlak untuk mencapai kehidupan yang Anda impikan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Vidmar, pemenang medali emas olimpiade, bahwa untuk menjadi juara, ia hanya harus melakukan dua hal: Berlatih ketika ia ingin berlatih dan berlatih ketika ia tidak ingin berlatih. 

Prinsip yang sama berlaku untuk disiplin akan pencapaian tujuan Anda sendiri. Meskipun mungkin Anda tidak ingin melakukan sesuatu, jika Anda tahu sesuatu itu penting dan bagian dari rencana Anda, bagaimanapun juga Anda harus melakukannya. Dengan berjalannya waktu Anda akan mengembangkan sebuah ketrampilan dan kebiasaan untuk mengatasi godaan untuk menjadi malas, menyingkirkannya, dan bertindak.

Ada ungkapan bahwa perbedaan antara menginginkan suatu hasil dan berkomitmen pada suatu hasil adalah ketika Anda hanya menginginkan, Anda melakukan apa yang mudah; ketika Anda berkomitmen, Anda melakukan apapun yang perlu. Apakah Anda menginginkan atau berkomitmen pada pencapaian Anda?


Bila Anda tidak memiliki disiplin Anda tidak akan memiliki apa-apa. Tidak ada rencana yang besar yang dapat terwujud tanpa disiplin. Disiplin adalah latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan, kebiasaan yang diharapkan, dan sikap yang membawa pada kesuksesan dalam kehidupan. Jadi disiplin adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk membawa Anda sampai pada tujuan.

Anda tidak akan menemukan disiplin, Anda harus menciptakannya. Kebiasaan buruk tidak membutuhkan disiplin, tetapi kebiasaan baik yang Anda inginkan selalu membutuhkan disiplin. Disiplin adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar bahkan saat Anda merasa tidak ingin melakukannya. Para pemimpin dan orang-orang yang berhasil luar biasa sepanjang sejarah memahami ini. Filsuf Yunani Plato menegaskan, "Kemenangan pertama dan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri."

Oswald Sanders, ia pernah mengatakan bahwa tanpa disiplin diri seseorang tidak akan mencapai potensi maksimal mereka. Pendaki gunung terkenal Sir Edmund Hillary mengamati, "Bukan gunung-gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri."

Orator Inggris, Henry Parry Liddon, mengamati, "Apa yang kita lakukan dalam suatu kesempatan besar mungkin akan tergantung pada apa yang sudah kita wujudkan dalam diri kita; dan diri kita sebenarnya akan merupakan hasil dari tahun-tahun disiplin diri sebelumnya." Karakter yang kuat dimulai dengan menaklukkan diri sendiri. Kemenangan terbesar ada dalam diri manusia. 

Hadapilah kenyataan ini bahwa, semua orang ingin langsing, tetapi hanya sedikit yang serius berdiet. semua orang ingin umur panjang, tetapi tidak banyak yang disiplin berolahraga. Semua orang ingin memiliki kaya, tetapi tidak banyak yang mengelola keuangan dengan baik. Para achiever menaklukkan perasaan mereka dan membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh para mediocre. Keputusan membantu kita memulai. Disiplin membantu kita menyelesaikan.

Kebanyakan orang mau menghindari kepedihan, padahal disiplin itu seringkali menyakitkan. Tetapi perlu kita sadari bahwa sesungguhnya ada dua jenis kepedihan dalam soal tingkah laku sehari-hari. Ada kepedihan disiplin diri dan ada kepedihan penyesalan. Banyak orang menghindari kepedihan disiplin diri karena itu mudah dilakukan. Yang mungkin tidak mereka sadari adalah bahwa kepedihan disiplin diri itu hanya sementara sifatnya, sementara imbalannya langgeng.


Dari berbagai sumber





14 Okt 2011

HUKUM KOMUNIKASI EFEKTIF

Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat kita rangkum dalam satu kata, yaitu 
REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih.
Hukum pertama dalam berkomunikasi adalah Respect. Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai lawan bicara kitakarena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut. Samuel Johnson mengatakan bahwa "There will be no RESPECT without TRUST, and there is no trust without INTEGRITY (Tidak akan ada sikap Hormat tanpa Kepercayaan, dan tidak ada Kepercayaan tanpa Integritas").


Hukum kedua adalah Empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Prinsip dasar dari hukum kedua ini adalah "Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan." Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.


Hukum ketiga adalah Audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini dalam mengirimkan pesan adalah:
  • Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti
  • Fokus pada informasi yang penting
  • Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut
  • Taruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar Anda
  • Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
  • Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan (backup)Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity).

Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan.Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice)dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan. Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:
  • Tentukan goal yang jelas
  • Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
  • Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
  • Buat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
  • Pesan yang disampaikan harus fleksibelHukum kelima dalam komunikasi tim yang efektif adalah sikap rendah hati (Humble)

Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Kerendahan hati juga bisa berarti tidak sombong dan menganggap diri penting ketika kita berbicara. Justru dengan kerendahan hatilah kita dapat menangkap perhatian dan respons yang positif dari si penerima pesan.

Kita telah mengetahui betapa hebatnya fungsi dari suatu tim, di mana sekumpulan orang 
yang biasa saja dapat menghasilkan suatu output yang luar biasa. Namun tim tersebut akan 
menjadi tidak efektif apabila kita tidak dapat saling berkomunikasi. Oleh karena itu diharapkan kita dapat menggunakan kelima hukum komunikasi tersebut untuk membantu kita dalam menciptakan suatu tim yang solid. 

(Dari berbagai sumber)

KESADARAN DIRI

Sebuah pencapaian harus dimulai dari suatu kesadaran. Karena kesadaran diri akan memimpin Anda kepada perubahan diri, dan perubahan diri akan membawa Anda pada peningkatan diri. Untuk itu Anda perlu menyadari beberapa hal penting dalam kehidupan Anda.


Anda perlu menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan Anda untuk menjalani kehidupan ini. Andalah yang bertanggung jawab penuh untuk hidup Anda sendiri. Ini berarti Anda harus mengambil kendali penuh untuk mengarahkan kehidupan Anda ke arah yang Anda inginkan. Ada begitu banyak orang menyalahkan keadaan, situasi dan orang lain atas apa yang terjadi atas hidup mereka. Yang akhirnya sikap seperti ini hanya membuat mereka memandang diri sendiri sebagai korban, dan akibatnya mereka kehilangan kesempatan untuk meraih hal-hal yang besar.


Anda perlu menyadari bahwa pencapaian Anda akan menjadi lebih baik hanya ketika diri Anda menjadi lebih baik. Apa yang ada di luar diri Anda mencerminkan apa yang ada di dalam diri Anda. Ini yang menunjukkan apa saja yang dapat Anda raih dalam kehidupan ini sangat ditentukan oleh kualitas yang ada di dalam diri Anda.
Anda perlu menyadari bahwa tidak menjadi masalah dari mana Anda datang yang terpenting adalah kemana Anda akan pergi. Jangan biarkan diri Anda dibatasi oleh masa lalu Anda. Fokuskan diri Anda pada masa depan dan tetapkan tujuan yang akan membawa Anda pergi ke tempat yang Anda inginkan.


Anda perlu menyadari bahwa tindakan sekecil apapun itu berarti. Banyak orang seringkali menggangap remeh tindakan yang kecil. Padahal sebuah pencapaian yang besar dapat terletak pada tindakan-tindakan kecil yang konsisten. Oleh karena itu Anda harus secara sadar melakukan tindakan-tindakan kecil setiap hari yang mengarah pada pencapaian Anda.
Anda perlu menyadari bahwa kadangkala sesuatu yang buruk dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, oleh karena itu kita harus selalu siap melakukan antisipasi. Jangan pernah membiarkan diri Anda terjebak dalam mentalitas seperti kebanyakan orang, ketika sesuatu yang buruk terjadi mereka cenderung beranggapan itu sudah merupakan nasib mereka.
Anda juga perlu menyadari bahwa jika ada seseorang yang dapat meraih sesuatu, maka akan ada orang lain pun yang dapat meraihnya dan itu mungkin saja termasuk diri Anda. Kesadaran ini yang akan mendorong kita untuk terus berada di jalur pencapaian.


dari berbagai sumber

13 Okt 2011

WHAT DRIVES YOUR LIFE?

Pernahkah Anda ketahui apa yang menjadi dasar atau SUMBER MOTIVASI mengapa Anda melakukan hal-hal yang mungkin sudah sering Anda lakukan? Apa yang mempengaruhi semua perilaku dan keputusan Anda? Ternyata hampir semuatindakan, perilaku dan keputusan kita SANGAT DIPENGARUHI oleh EMOSI kita lebih daripada logika kita. Ini yang membuat kenapa banyak orang sulit menghentikan kebiasaan buruk mereka seperti merokok, kelebihan makan, malas, kecanduan alkohol, mudah marah dan berbagai hal lainnya. Saya yakin semua orang tahu bahwa secara logis hal-hal itu buruk dan tidak baik untuk diteruskan tapi kenyataannya mereka tetap melakukannya. Mengapa? Jawabannya adalah karena hal-hal tersebut memenuhikebutuhan emosional (emotional needs) seseorang.


Sekarang kita akan mempelajari apa saja yang menjadi kebutuhan emosional manusia. Agar kita dapat melakukan banyak perubahan dalam diri kita terutama berbagai perilaku dan kebiasaan yang buruk. Selain itu dengan mengerti akan kebutuhan dasar manusia kita dapat menemukan apa yang menjadi sumber motivasi kita yang terbesar sesungguhnya. Yang pasti semua alasan dan motivasi mengapa Anda melakukan sesuatu (secara positif atau negatif) pasti didasari oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosional Anda.
Secara umum kebutuhan emosional manusia dibagi dalam 6 kategori antara lain: 
  1. Comfort (kepastian, kenyamanan, rasa aman, memiliki kendala) Setiap manusia memiliki kebutuhan akan rasa nyaman. Seseorang akan merasa nyaman apabila mereka mendapatkan suatu kepastian akan berbagai hal dalam hidupnya. Seperti kita juga yang menginginkan suatu kepastian dan stabilitas akan usaha, karir, kesehatan, keluarga serta masa depan kita. Walaupun tidak ada sesuatupun yang serba pasti tapi kita mencarinya untuk merasa aman dalam hidup ini. Makanya kita cenderung ingin mengendalikan segala sesuatu dan memperoleh jaminan. Beberapa orang mungkin berusaha memenuhi kebutuhannya akan rasa nyaman ini melalui cara-cara yang negatif antara lain dengan merokok, drugs, shopping, makan berlebihan, atau bahkan dengan mengontrol orang lain. Namun ada juga yang mencari rasa nyaman mereka melalui hal-hal yang lebih positif seperti meditasi, berdoa, berolahraga, menabung, asuransi, kerja keras atau dengan mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
  2. Change (Perubahan, variasi, sesuatu yang baru, tantangan, perbedaan) Ternyata selain manusia membutuhkan kepastian dan stabilitas di sisi lain mereka juga menginginkan suatu perubahan, variasi, tantangan dan sesuatu yang berbeda agar hidup ini tidak membosankan. Kita cenderung senang dengan hal-hal baru karena itu menghidupkan gairah dan sukacita kita. Bahkan kadang beberapa orang selalu mencari kesempatan untuk berpetualang hanya untuk memperoleh tantangan baru. Suatu kehidupan ataupun pekerjaan yang rutin dan tidak memiliki tantangan lagi dapat membuat seseorang jenuh. Begitu juga pria atau wanita dalam suatu pernikahan yang sudah monoton dan tidak menggairahkan dapat menyebabkan pertengkaran bahkan perselingkuhan karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.
  3. Center (Pusat perhatian, popularitas, pengaruh, keunggulan, signifikan, aktualisasi diri, prestise, kuasa, otoritas, jabatan) Kebutuhan emosional yang berikut ini adalah kebutuhan manusia untuk merasa penting, dibutuhkan, spesial, unik dan signifikan. Ini yang mendorong beberapa orang mengejar popularitas agar dapat menjadi pusat perhatian. Ada juga yang menginginkan jabatan yang tinggi agar memiliki kuasa dan otoritas. Sebagian lagi orang mengejar gelar dan prestasi yang tinggi untuk dihargai dan diterima oleh orang lain. Ada pria yang merasa lebih percaya diri dengan tubuh atletisnya dan wanita merasa spesial apabila tubuhnya langsing. Orang-orang tertentu merasa signifikan apabila memakai barang-barang bermerk, mengendarai mobil mewah, atau bergabung di politik. Ini semua merupakan kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan emosional ini dapat membawa seseorang pada keunggulan namun juga dapat menjadikan seseorang sangat ambisius dan arogan.
  4. Connection (Hubungan, dikasihi, persahabatan, persaudaraan, cinta, komunitas) Salah satu kebutuhan terbesar manusia adalah hubungan. Semua orang ingin merasa dicintai dan mencintai. Sebagai manusia kita ingin diterima oleh orang lain. Kita sangat membutuhkan pasangan hidup, keluarga, sahabat dan komunitas yang dapat memberi dukungan dan perhatian. Makanya masalah emosional yang sangat menyakitkan adalah ketika terjadi konflik, penolakan ataupun perceraian. Orang-orang memenuhi kebutuhan mereka akan hal ini dengan berbagai macam cara seperti bergabung dalam organisasi tertentu, menikah, berhubungan seks, memelihara binatang, ataupun berkumpul dengan teman-teman. Kebutuhan akan hubungan jugalah yang membuat situs-situs jaringan sosial seperti facebook dan twitter sangat diminati orang-orang dari seluruh penjuru dunia, karena lewat situs ini setiap orang dapat terkoneksi satu dengan yang lainnya secara mudah.
  5. Constant Growth (Pertumbuhan, menjadi lebih baik, kompeten, kesehatan, kekayaan, intelektual, kesuksesan) Manusia diciptakan untuk bertumbuh dan berkembang. Ketika seseorang berhenti untuk bertumbuh maka ia akan cenderung merasa kering secara emosional. Inilah yang menjadi alasan mengapa setiap kita harus terus berfokus pada kemajuan dan peningkatan yang terus menerus. Kebutuhan akan pertumbuhan dapat dipenuhi dengan mengikuti program-program seminar, membaca buku atau mengikuti kursus-kursus. Ada juga orang yang merasa kebutuhannya terpenuhi saat kekayaannya meningkat, keahliannya makin bertambah, atau mungkin dengan memiliki pengalaman-pengalaman baru.                                                          
  6. Contribution (Kontribusi, Berarti bagi orang lain, membawa dampak, berpartisipasi, sosial) Yang terakhir adalah kebutuhan manusia untuk memiliki hidup yang berarti dan bermakna bagi orang lain ataupun untuk suatu tujuan. Kebutuhan untuk memberi kontribusi inilah yang membuat orang-orang seperti Mother Teresa, Nelson Mandela dan Mahatma Gandhi mau berkorban untuk kepentingan orang lain. Begitu juga Bill Gates dan Warren Buffet mau menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk yayasan kemanusiaan agar dapat menolong kehidupan banyak orang. Kepenuhan hidup hanya dapat diperoleh ketika kita memberi dan berbagi pada orang lain untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Setiap orang pasti dapat membuat perbedaan dengan kontribusi yang diberikan bagi sesama dan lingkungannya.
Suber: Haryanto Kandani


THE POWER OF FOCUS


"Anda tidak bisa menyeberangi laut hanya dengan memandang airnya saja"
Rabindranath Pagore
Di suatu kesempatan, ada seseorang bertanya kepada saya : "Pak, mengapa hidup saya ini semakin berat?". "Wow", itu adalah suara dalam hati saya. Jujur saya terkejut karena 2 hal. Pertama, saya tidak mengenal orang itu dan mungkin saja orang itu tidak mengenal saya. Kedua, mengapa orang itu tiba-tiba bertanya kepada saya padahal disana terdapat banyak orang.
Dalam kesempatan itu, segera saya mengilustrasikannya demikian. "Pernahkah Anda mengangkat sebuah barbel 2kg? Bagaimana rasanya?". Orang itu menjawab, "Ringan". Sambil tersenyum saya berkata : "Great. Cobalah Anda angkat barbel ringan itu setiap hari mulai hari ini hingga satu minggu ke depan setelah itu temuilah saya".
Seminggu kemudian orang itu benar-benar menemui saya dan mengatakan, "Pak, barbel itu terasa semakin berat". "Oya?", tanya saya. "Ya Pak, sangat terasa berat". Mengapa barbel 2 kg itu semakin hari semakin berat? Tentu bukan barbelnya yang memiliki berat bertambah, namun sebaliknya kemampuan Anda yang semakin hari justru sama atau bahkan semakin berkurang tanpa Anda sadari sehingga seolah-olah barbel yang sama memiliki berat yang berbeda.
Hal yang ingin saya simpulkan dari ilustrasi diatas adalah bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa didalam perjalanan mereka semakin hari mereka semakin terpendam dengan rutinitas mereka sehingga hidup menjadi semakin berat, berat dan bertambah berat. Mengapa hal itu terjadi? Mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya? Hal itu terjadi karena kebanyakan orang berfokus kepada sesuatu yang salah sekalipun mereka sadar hal itu salah. Perhatikanlah, jika orang itu berfokus kepada seberapa besar kekuatan yang ia akan dapatkan setelah mengangkat barbel itu dengan rutin selama satu minggu maka ia tidak akan mengatakan barbel itu semakin berat. Barbel itu semakin berat karena orang itu berfokus justru kepada beban yang ia harus angkat setiap hari yang tanpa disadari fokusnya menyebabkan kekuatannya tidak bertumbuh.
Demikian halnya dengan diri kita. Rutinitas kita disadari atau tidak sangat mungkin sekali membenamkan kemampuan kita untuk tumbuh. Namun, sadarilah bahwa cara yang sama hanya akan menghasilkan suatu hasil yang sama. Jika Anda menginginkan hasil yang berbeda maka Anda harus menggunakan cara yang berbeda. Anda harus "Change" dan setelah itu Anda "Growth". Anda tidak akan tumbuh selama Anda tidak merubah fokus Anda.
Hey remember, what you focus on, GROWTH!
Salam Achiever! Dengan semangat I Believe I Can Fly!
Artikel oleh : Davit Setiawan (Penulis Buku I Believe I Can Fly dan Co-Author Bapak Darmadi Darmawangsa, M.Sc., C.Eng.).

12 Okt 2011

ANTARA LIDAH, PERKATAAN, DAN PERBUATAN

Berbicara. Sungguh sebuah kosa kata yang sederhana. Setiap hari kita mengucapkan kata-kata, sehingga sama sekali tidak ada hal yang menarik untuk dibahas. Tetapi, mengapa ada orang yang dibayar hingga puluhan juta rupiah untuk berbicara selama satu atau dua jam saja? Ada orang yang dicintai karena perkataan-perkataannya. Dan ada orang yang dibenci karena ucapan-ucapannya. Oleh sebab itu, kesederhanaan dibalik makna 'berbicara' pastilah memiliki keistimewaan yang layak untuk kita renungkan.
Berbicara bukanlah sekedar keterampilan memainkan lidah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melainkan juga menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan gagasan, bertukar pikiran, juga mempengaruhi orang lain. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar berbicara secara efektif, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini: 
1. Berbicaralah yang baik, atau diam saja.
Sungguh beruntung orang-orang yang dapat menjaga lidahnya untuk tetap diam, daripada mereka yang rajin mengucapkan perkataan yang tidak memiliki manfaat apa-apa. Resiko tertinggi orang yang diam adalah 'disebut orang pasif'. Sedangkan resiko terrendah bagi orang yang banyak bicara adalah disebut 'orang yang banyak omong'. Manfaat terbesar bagi orang yang diam adalah 'tidak dibenci oleh orang lain'. Sedangkan manfaat terbesar bagi orang yang berbicara adalah; 'pahala yang mengalir atas kata-katanya yang baik'. Maka berbicaralah yang baik-baik karena pahala kebaikannya sangat besar. Atau kalau tidak bisa mengucapkan perkataan yang baik, maka sebaiknya ya diam saja. 

2. Selaraskanlah antara perkataan dengan perbuatan.
Perhatikan orang-orang yang tidak selaras antara perkataannya dengan perbuatannya. Betapa banyak contoh orang seperti itu dihadapan Anda. Dan Anda tahu betul bahwa orang lain sudah tidak lagi mempercayai mereka. Ketika seseorang mengatakan pesan-pesan kebaikan kepada orang lain, namun dirinya sendiri berperilaku sebaliknya; maka orang tidak lagi mempercayai kata-katanya. Karena ketidakselarasan menyebabkan hilangnya kepercayaan. Jagalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan, maka Anda akan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang disekitar Anda. 
3. Gunakanlah perkataan untuk mengajari diri sendiri.
Orang-orang yang terlalu banyak berbicara – saya, misalnya – memiliki kecendrungan untuk mengajari atau mengajak orang lain melalui perkataan yang yang diucapkannya. Sayangnya sering lupa untuk mengajari diri sendiri. "Jujurlah!" katanya. Tetapi dia sendiri tidak jujur. Ini menandakan bahwa dia gagal mengajari dirinya sendiri. Motivasi saya saat mengatakan sesuatu adalah mengajari diri sendiri. Ternyata sangat berat untuk belajar sendirian, makanya saya membagi pelajaran bersama orang-orang yang saya cintai. Itulah sebabnya sambil mengajari diri sendiri, saya berbagi pelajaran itu dengan Anda.

4. Tebuslah perkataan dengan pendengaran.
Ada ruginya juga memposisikan diri sebagai orang yang paling banyak berbicara. Kita sering tidak sempat mendengar perkataan orang lain. Boleh jadi perkataan kita bukanlah hal terbaik dalam satu urusan tertentu. Namun karena kita tidak bersedia mendengarkan perkataan orang lain; maka kita kehilangan pelajaran berharga. Sungguh beruntunglah orang yang selain berbicara, dia juga bersedia mendengar. Selain ilmunya bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia sendiri bisa menarik manfaat dari pelajaran yang ditebarkan oleh orang lain.

5. Yakinlah jika setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.
Kita sering mengira bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita akan menguap begitu saja. Kenyataannya perkataan yang kita ucapkan beberapa tahun lalu, masih diingat oleh orang lain. Sungguh beruntung jika kata-kata itu baik. Namun sungguh rugi kita jika kata-kata itu buruk. Setiap kata yang baik, menghasilkan pahala yang baik. Namun, setiap perkataan buruk pasti akan dibalas dengan imbalan yang juga buruk. Bahkan, guru spiritual saya mengatakan; "Betapa besarnya murka Tuhan kepada orang yang mengatakan sesuatu yang bertolak belakang dengan perbuatannya." Maka yakinlah, setiap perkataan harus dipertanggungjawabkan.

Keterampilan berbicara bukanlah monopoli mereka yang berprofesi sebagai pembicara publik. Setiap orang patut memiliki keterampilan berbicara yang baik. Satu hal yang perlu diingat adalah; berbicara tidak selalu berarti mengucapkan sesuatu dengan lidah kita. Melainkan juga menunjukkan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita bisa berbicara dengan nyaring, namun perbuatan kita berbicara lebih nyaring dari kata-kata yang diolah oleh lidah kita.
Artikel oleh : Dadang Kadarusma