Sponsor

18 Mar 2012

KUALITAS SEORANG PEMIMPIN


“Pemimpin Yang Berkualitas Tidak Hanya Akan Peduli Pada Kompetensi Dan Kontribusi Karyawan, Tapi Juga Sangat Peduli Untuk Meningkatkan Semangat Dan Gairah Kerja Karyawan.” ~ Djajendra

Kualitas seorang pemimpin akan terlihat dari kemampuan dirinya untuk menyiapkan kualitas dan kompetensi diri, agar dapat terhubung dengan semua staf. Termasuk, menyiapkan kemampuan untuk terhubung secara fungsional dengan semua departemen lain; menyiapkan diri untuk dapat melayani perusahaan dan semua perilaku manusianya; menyiapkan diri untuk membuat dirinya berkontribusi secara berkelanjutan, tanpa terputus oleh tantangan apapun, untuk keberhasilan dari tujuan yang dia pimpin.

Pemimpin yang cerdas pasti berkemampuan untuk mempengaruhi staf yang dia pimpin, dan berkemampuan untuk mengarahkan staf menuju tujuan yang harus dicapai dengan berkualitas. Ketegasan sikap dan kecerdasan dalam memberikan instruksi yang jelas kepada para staf, akan menjadi kunci sukses dari kepemimpinannya.

Pemimpin harus menjadi tempat bertanya dan tempat menimba ilmu buat para karyawan. Untuk itu, manajer harus selalu menyiapkan diri, setiap hari menyiapkan diri dengan latihan dan belajar secara berkelanjutan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, wawasan, kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai manajer.

Persiapan dan kemampuan Pemimpin untuk menjalankan fungsi dan perannya sebagai pemimpin  sangat menentukan sukses tidaknya sebuah tujuan. Bila pemimpin tidak siap sebagai seorang pemimpin, maka para staf pasti akan berpikir bahwa pemimpin mereka tidak mengerti apa-apa, dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dan, sekali karyawan berpikir pemimpinya tidak berfungsi, maka fungsi dan peran pemimpin akan kehilangan kepercayaan dari para karyawan. Dampaknya, perjalanan menuju tujuan dan sasaran bisa terhambat.

Menjadi pemimpin berarti telah memiliki wawasan, pengetahuan, kompetensi, dan visi yang kuat untuk melakukan apa pun, agar dapat menemukan tujuan yang diinginkan dengan sempurna dan tepat waktu.

Pemimpin harus mengarahkan semua staf untuk selalu fokus pada target, membimbing dan mengarahkan semua karyawan dalam perhitungan bisnis yang benar.
Pemimpin harus dapat memperlakukan semua staf secara adil dan terbuka. Dan, memonitor kemajuan dari rencana dan tindakan yang dilakukan, bila ada penyimpangan, maka segera harus berkoordinasi untuk melakukan tindakan perbaikan.

Pemimpin harus menyiapkan kualitas keberanian yang terkalkulasi risikonya untuk bertindak menuju tujuan. Semua sikap dan perilaku yang penuh keraguan harus dihentikan, dan digantikan dengan sikap dan perilaku yang penuh keyakinan dalam kepercayaan diri yang tinggi, agar dapat mewujudkan semua tujuan sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Pemimpin adalah pimpimpin dan sekaligus koordinator yang harus memanfaatkan semua bakat dan potensi dari orang-orang yang dipimpin, untuk kemudian diubah menjadi bakat dan potensi organisasi.

Kualitas seorang Pemimpin ada pada mindset dan perilaku untuk mau bertindak sesuai rencana; untuk mau bertindak sesuai komitmen; untuk mau bertindak sesuai misi dan visi; untuk mau bertindak bersama empati yang menyatukan semua orang dalam aliran energi kolaborasi yang bersinergi.

sumber:djajendra

17 Mar 2012

KERJA KELOMPOK DAN KUALITAS INDIVIDU


“Orang Berkelompok Untuk Memperlihatkan Bahwa Kualitas Dan Kekuatan Mereka Sangat Unggul, Dan Bukan Untuk Sekedar Berkelompok Tanpa Tahu Arah, Lalu Berkonflik Disepanjang Hari.” ~ Djajendra

Kelompok merupakan orang-orang yang menyatukan pikiran, perilaku, kompetensi, niat, perasaan, dalam satu entitas tunggal sebagai satu kesatuan yang solid. Tantangannya adalah ketika kumpulan orang-orang tersebut lebih dominan dengan mindset individunya, daripada mindset untuk saling menyatupadu dalam kelompok.

Dalam kelompok, setiap individu tidak hanya harus memiliki tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, tapi juga harus memiliki kesadaran yang sangat tinggi bahwa sebuah kesalahan kecil dari individu dapat mengakibatkan kesalahan besar di kelompok. Oleh karena itu, tidak boleh ada perdebatan tentang siapa yang harus disalahkan atas kegagalan kerjasama di dalam kelompok. Bila terjadi kegagalan, maka setiap individu tidak boleh saling menyalahkan, tapi harus saling interospeksi diri melalui kesadaran diri tertinggi untuk kembali ke tujuan utama dari keberadaan mereka di dalam kelompok.

Setiap individu yang terhimpun dalam kelompok harus diperlakukan sebagai kelompok tunggal dengan pengalaman, persepsi, keyakinan, niat, dan logika berpikir yang kolektif. Pikiran kelompok harus menjadi lebih dominan dibandingkan pikiran individu sebagai anggota kelompok. Interaksi antara individu tidak saja melalui perilaku pribadi dan etos kerja, tapi juga melalui perasaan dan pikiran yang mampu bersatupadu untuk kepentingan tujuan bersama, atribut, nilai, kebanggaan, dan perasaan senasib dalam empati yang saling mengikat hati untuk menjadi lebih solid.

Ketika pikiran dan perilaku kelompok mulai menyatu ke dalam hati nurani masing-masing individu anggota kelompok, maka kerja sama yang ada akan mencerminkan realitas pikiran kelompok. Semakin bersatupadu cara berpikir kelompok, semakin pikiran dan perasaan mereka akan menyatukan kekuatan dan potensi mereka untuk menjadi sangat kuat dalam sebuah tim yang kokoh dan solid.

Setiap individu harus bertanggung jawab penuh untuk mengalokasikan kualitas kerja buat meningkatkan mutu kelompok dan individu. Bertanggung jawab penuh berarti bertanggung jawab secara moral, kualitas, tindakan kolektif, tindakan individu, dan kontribusi yang sifatnya kolaboratif. Termasuk, bertanggung jawab penuh untuk berpikir dan bertindak secara kolektif melalui keunggulan individu dalam sifat dan perilaku rendah hati.
Setiap individu harus diberikan pencerahan secara berkelanjutan melalui deskripsi yang jelas tentang tata kelola dan tata cara kerja kelompok, baik secara perilaku maupun secara mindset. Tujuannya untuk membuat masing-masing individu anggota kelompok, mampu memiliki perasaan empati yang kuat dalam melancarkan misi dan tujuan tim.

Setiap individu anggota kelompok harus memiliki kualitas sebagai penyeimbang yang dapat terhubungkan dengan setiap anggota kelompok. Pikiran dan perasaan yang terpisah oleh kepentingan ego diri akan mempengaruhi tanggung jawab moral individu, untuk berkontribusi buat kesatupaduan dalam ketunggalan kelompok.

Kerja kelompok adalah pekerjaan yang senantiasa harus menyeimbangkan antara energi individu dan energi kelompok. Bila ke dua energi ini dapat selalu dirawat dalam keharmonisan hubungan kerja yang berstandar tinggi, maka setiap individu anggota kelompok akan dengan ikhlas menghubungkan pikiran dan perilaku berkualitas untuk kebaikan kelompok.

Ketika pikiran dan perasaan bersatupadu dalam kerja sama tim yang penuh empati dan kontribusi, maka pikiran dan perasaan individu akan menghindari terjadinya konflik di dalam kelompok.
Menyiapkan seperangkat standar kerja yang memberikan arah dan panduan untuk kualitas, akan menjadikan setiap individu selalu memegang tanggung jawab kelompok dalam menghasilkan karya dan prestasi.

sumber: djajendra

16 Mar 2012

MEMBANGUN TIM YANG KUAT


“Tim Yang Kuat Terdiri Dari Orang-Orang Berkualitas Yang Selalu Berkolaborasi Dan Berinovasi, Untuk Menghasilkan Kinerja Dan Prestasi Tim Terbaik.” ~ Djajendra

Cara terbaik untuk membangun tim yang kuat adalah dengan menciptakan lingkungan tim yang nyaman dengan kolaborasi. Bila setiap individu anggota tim merasa nyaman dengan perilaku kolaborasi untuk meningkatkan kualitas kerja, kinerja, pemecahan masalah, kreatifitas, dan memacu nilai tambah dengan inovasi; maka secara otomatis tim akan terbentuk menjadi sangat kuat untuk memberikan prestasi.
Tim yang sejak awal terbentuk oleh kekuatan kolaborasi akan selalu menemukan jawaban untuk setiap tantangan. Sebab, energi kolaborasi mampu memiliki empati untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga setiap tantangan yang sifatnya kompleks dapat segera diatasi.

Membangun tim yang kuat berarti harus menempatkan peran setiap individu anggota tim dengan sangat jelas. Setiap anggota harus memahami dan menikmati tanggung jawab masing-masing, dan juga harus siap untuk menghadapi perubahan atas tanggung jawab yang ada. Sebab, dalam setiap tahapan pekerjaan mungkin saja peran dan tanggung jawab seorang anggota tim berubah, dan untuk itu dia harus mempersiapkan mental dan pengetahuan, untuk menjalankan peran dan tanggung jawab apa pun di dalam tim dengan profesional.
Mindset tim yang kolaboratif selalu dapat menghindari terjadinya konflik. Kolaboratif untuk saling mengetahui kekuatan dan kekurangan masing-masing, sehingga tidak ada lagi alasan untuk memperdebatkan sebuah proses kerja, yang ada hanya hubungan timbal balik antara pilihan terbaik, dan saling melengkapi satu sama lain, lalu bergerak bersama untuk menciptakan hal-hal produktif.

Tim yang kuat akan membangkitkan gairah dan antusiasme anggota untuk berinovasi pada Tim. Inovasi tidak hanya perlu untuk produk, jasa, teknologi; tapi juga sangat perlu terhadap kepribadian dan proses kerja, agar efektifitas dan produktifitas dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, sebagai tim, setiap anggota harus mampu mengidentifikasi ide-ide yang akan mengurangi biaya, menghemat waktu, atau meningkatkan layanan pelanggan. Kemudian secara bersama-sama mampu mengimplementasikannya untuk keberhasilan tim.

Membangun tim yang kuat berarti mampu mengidentifikasi tujuan tim dengan jelas dan sempurna.  Setelah tim bermental kolaboratif dan memiliki kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk berinovasi, maka setiap tujuan yang lebih besar pasti dapat dicapai dengan efektif, efisien, dan produktif. Termasuk dapat meningkatkan penghasilan dan mengurangi biaya.

Perilaku kolaboratif  yang mendorong inovasi untuk pertumbuhan dan perkembangan tim, akan menjadikan tim sangat kuat dan unggul buat mewujudkan kinerja idaman. Setiap ketidaksempurnaan bila dikenali sejak dini, untuk kemudian diperbaiki secara kolaboratif, akan menciptakan hasil akhir yang sempurna.

Setiap anggota tim harus selalu memahami situasi dari realitas tim. Lalu, menjadi pribadi unggul untuk memainkan kerja tim terbaik, dan menjalankan tanggung jawab dengan cara-cara luar biasa untuk bisa mencetak lebih banyak prestasi.
Bila tim bermental kolaboratif dan inovatif, maka tim akan mempunyai banyak opsi untuk membawa tim ke level kinerja tertinggi.

Tim yang kuat selalu dihasilkan dari tangan dingin seorang pemimpin tim yang berkualitas tinggi. Jika pemimpin tim mampu memaksimalkan, dan  mengeluarkan potensi terbaik dari setiap anggot tim yang ia pimpin, maka tim selalu akan tampil solid dan unggul terhadap setiap tantangan.

Setiap anggota tim harus memiliki semangat, kualitas, dan ambisi yang besar untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik. Dan memiliki mindset untuk selalu ingin melakukan yang terbaik, selalu ingin mencetak lebih banyak prestasi dan kinerja, selalu ingin menghasilkan kualitas dan mutu kerja terbaik.

sumber: Djajendra

11 Mar 2012

KEDAMAIAN HIDUP DITENTUKAN OLEH PILIHAN HIDUP


"Kehidupan Seperti Membersihkan Dan Merawat Rumah, Jika Malas Dan Tidak Rajin Membersihkan Rumah, Maka Rumah Akan Berdebu Dan Kotor. Demikian Juga Dengan Diri, Bila Tidak Rajin Membersihkan Diri Dari Pikiran Dan Perilaku Negatif, Maka Diri Akan Dikotori Oleh Hal-Hal Negatif." ~ Djajendra

Kebahagiaan dan kedamaian hidup sangat tergantung pada pilihan yang dibuat. Bila hari ini Anda memutuskan untuk memilih jalan menuju sukacita kehidupan, maka masa depan akan tersusun dengan berbagai nilai-nilai kehidupan yang siap membuat hidup Anda damai dan bahagia.

Selama Anda masih hidup dengan semangat dan gairah untuk bersikap positif terhadap rutinitas kehidupan Anda, maka seluruh masa depan Anda akan tercipta oleh nilai-nilai positif yang membuat hidup Anda damai.

Hidup yang menyenangkan dihasilkan dari sikap dan perilaku yang menyenangkan, bila Anda senang dengan sikap dan perilaku dari orang-orang di sekitar Anda, maka Anda selalu akan merasa tercerahkan oleh energi positif diri Anda.

Bila Anda membiarkan diri Anda untuk melihat kesedihan, serta merasa tertarik dengan kekurangan dan penderitaan; maka simpati Anda kepada kekurangan dan penderitaan akan menjadi energi yang membuat Anda hidup dalam kesedihan.

Semua nilai-nilai negatif seperti duri di dalam diri, bila Anda membiarkan nilai-nilai negatif berkembang di dalam diri Anda, maka sama saja dengan membiarkan duri-duri berkembang biak untuk merusak tubuh dan daya tahan mental Anda. Oleh karena itu, jangan biarkan nilai-nilai negatif merusak diri Anda, kembangkan nilai-nilai positif sebagai alat untuk membuat pelindung bagi diri Anda dari sabotase nilai-nilai negatif.

Hal terburuk dalam hidup adalah membiarkan pikiran bawah sadar untuk menyimpan nilai-nilai negatif kehidupan. Sekali pikiran bawah sadar sudah merekam sebuah nilai kehidupan, maka nilai kehidupan itu akan abadi tersimpan di dalam pikiran bawah sadar.

Bila Anda menginginkan kehidupan yang damai, tenang, bahagia, produktif, dan berkinerja; maka setiap detik Anda harus mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda untuk mendominankan emosi dan perilaku hidup Anda sesuai dengan keinginan Anda. Bila tidak, pikiran bawah sadar Anda tidak akan patuh pada pikiran sadar Anda. Akibatnya, Anda akan merasa sulit menjalani tujuan hidup sesuai dengan keinginan Anda. Hal ini disebabkan oleh potensi sabotesa dari nilai-nilai kehidupan yang tidak Anda inginkan, yang masih tersimpan di dalam pikiran bawah sadar Anda.

Hidup harus dijalani dengan kesadaran penuh dalam komitmen dan disiplin yang sepenuh hati. Bila komitmen dan disiplin terus dirawat sambil disesuaikan dengan perubahan oleh jaman, maka semua kekurangan di dalam hidup dapat diatasi segera, dan hal-hal terburuk di dalam hidup dapat dihindari.

Anda harus menemukan pola hidup untuk menciptakan keseimbangan hidup, yang mampu membuat diri Anda bertahan dalam segala suasana hati dan perubahan hidup. Anda harus terlatih untuk membebaskan diri dari rasa takut terhadap perubahan. Sebab, perubahan adalah sesuatu yang bisa menciptakan sebuah pilihan hidup untuk masa depan Anda yang lebih cemerlang.

Sumber: Djajendra

10 Mar 2012

PEMIMPIN TIM BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MEMBUAT TIM LEBIH BERFUNGSI DAN LEBIH BERKINERJA


"Pemimpin Tim Yang Berkualitas Pasti Melibatkan Semua Anggota Untuk Mengembangkan Solusi Tim, Dan Memfungsikan Setiap Anggota Untuk Menghasilkan Kinerja Tim." ~ Djajendra

Ketika membentuk tim untuk menyelesaikan sebuah proyek atau pekerjaan, tim harus dipimpin untuk menjalankan fungsinya secara benar. Pemimpin tim harus menjadi orang yang paling tahu untuk memfungsikan timnya, agar tim dapat menjalankan perannya di bawah koordinasi yang baik.

Pemimpin tim harus menentukan tujuan yang jelas, menetapkan dan menyepakati mekanisme untuk membagi pekerjaan kepada masing-masing anggota tim sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

Setiap anggota tim harus patuh kepada peran dan tanggung jawab. Setiap anggota tim harus tahu cara menyelesaikan tugas dan tanggung jawab. Pemimpin harus tampil sebagai koordinator yang dapat menarik sebanyak mungkin kontribusi dari para anggota tim. Dan juga memberikan kontribusi kepada para anggota tim, melalui motivasi dan pencerahan yang terarah pada tujuan keseluruhan.
Anggota tim harus bekerja melalui proses kerja yang terkoordinasi dalam kepemimpinan tim. Setiap anggota tim harus patuh pada prosedur yang digariskan oleh pimpinan tim, dan juga patuh dengan prinsip-prinsip dasar dalam pengambilan keputusan.

Pemimpin tim harus membuat aturan yang menciptakan keterlibatan semua anggota. Membangun budaya kolaborasi yang saling berkontribusi, dan yang saling membantu sesuai fungsi dan perannya. Pemimpin tim harus merawat nilai-nilai bersama, norma, keyakinan, prinsip, dan tata kelola tim yang membentuk perilaku kerja tim setiap hari. 

Pemimpin tim harus mengukur kinerja dan kemajuan tim. Menyiapkan langkah-langkah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim. Kemudian fokus untuk memenuhi tujuan tim, mempengaruhi anggota tim untuk berkinerja maksimal, serta memberitahukan anggota tim tentang konsekuensi bila tidak memenuhi kinerja yang diharapkan.

Pemimpin tim harus bertindak secara efektif untuk meningkatkan efektivitas tim. Menyiapkan sistem kerja yang etis dan menghindarkan tim dari berantakan karena pertengkaran, pertikaian, atau kegagalan terhadap akuntabilitas bersama. 
Pemimpin tim harus menjadi motivator yang selalu menjaga dan meningkatkan daya tahan anggota tim, serta menghindarkan anggota tim dari perasaan frustasi oleh rintangan dan tantangan.

Pemimpin tim harus dapat menghindarkan tim menjadi disfungsi, dan selalu bertindak proaktif untuk melakukan perbaikan tim. Membangun kepercayaan diantara anggota tim, dan menghindarkan hal-hal yang menciptakan tidak adanya kepercayaan. Termasuk, menghapus perasaan khawatir akan adanya konflik di dalam tim, meningkatkan komitmen dan akuntabilitas anggota tim, serta mencegah kelalaian anggota dalam memperhatikan tujuan tim.

Pemimpin tim harus menggunakan kekuasaan dan kewenangan, untuk membuat keputusan kelompok, dengan melibatkan semua anggota secara adil dan wajar. Memberikan solusi yang jelas dan tegas terhadap hal-hal kompleks, dan meminimalkan risiko dari potensi masalah.
Pemimpin tim harus memainkan peran sebagai koordinator dalam penyelesaian masalah. Memotivasi setiap anggota untuk melakukan brainstorming dan diskusi secara terbuka. Mengidentifikasi masalah yang mendasari persoalan, mengembangkan proses pemecahan masalah. Lalu, memilih arah dan mengembangkan solusi pilihan untuk dipatuhi oleh semua anggota.

Pemimpin tim harus menjadi pemimpin yang tegas dan berdisiplin tinggi, serta membuat semua anggota tim menjadi terbuka, saling berkontribusi dalam kesadaran tanggung jawab sebagai anggota tim, dan patuh pada nilai-nilai, norma, prinsip, tujuan, dan rencana tim.
Umber: djajendra

9 Mar 2012

MELAYANI PERFEKSIONISME PELANGGAN


"Sebagian Pelanggan Selalu Menjadi Perfeksionis, Dan Tidak Pernah Puas Dengan Apa Yang Mereka Terima. Jika Sesuatu Tidak Sempurna, Mereka Pasti Menolaknya." ~ Djajendra 

Pelanggan yang perfeksionis selalu termotivasi untuk meningkatkan standar kebutuhan pelayanan mereka. Mereka selalu terobsesi untuk mencapai kepuasan realistis tertinggi. Konsekuensi dari ketidaksempurnaan kecil dalam pelayanan atas produk dan jasa dapat menjadi alasan untuk mencari kekurangan pelayanan perusahaan.

Bila perusahaan tidak cerdas secara emosional dalam memberikan pelayanan berkualitas, maka konsekuensi perfeksionisme pelanggan dapat menghambat para penjual dan customer service secara pribadi maupun secara profesional.

Kesalahan kecil dalam pelayanan perusahaan akan dianggap seperti sebuah aib besar oleh para pelanggan perfeksionis. Dampak positifnya, para pelanggan yang perfeksionis akan membuat perusahaan terus berubah untuk tumbuh bersama produk dan pelayanan yang lebih sempurna. 

Perusahaan harus terus bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik, khususnya untuk para pelanggan perfeksionis. Bila tidak, komplain dari para pelanggan perfeksionis akan merusak reputasi dan kredibilitas pelayanan perusahaan. 

Pelanggan perfeksionis tidak pernah bisa puas dengan sebuah standar; selalu berharap untuk meningkatkan standar yang ada; selalu melihat kesalahan apapun sebagai sebuah kegagalan dari pelayanan perusahaan. Perusahaan yang cerdas akan memanfaatkan perfeksionis pelanggan untuk menciptakan inovasi baru terhadap produk, dan juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan teknologi dan standar yang lebih tinggi.

Mencemaskan perilaku perfeksionis pelanggan hanya akan membuat kualitas pelayanan perusahaan menurun secara drastis. Para pelanggan perfeksionis sering menetapkan harapan terlalu tinggi, sehingga perusahaan harus fokus mempersiapkan tim penjual dan front liner nya untuk bisa mengimbangi perfeksionisme pelanggan. 

Sumber: djajendra

8 Mar 2012

VISI DAN MISI


Siapa pun dalam hidup ini pasti memiliki cita-cita dan harapan; untuk mewujudkannya dia harus membayar dengan upaya, waktu, uang, dan energi.

Agar cita-cita dan harapan dapat betul-betul menjadi sebuah perjuangan tanpa henti, maka cita-cita dan harapan harus dibentuk dalam sebuah VISI.

VISI artinya gambaran dari cita-cita dan harapan yang dapat dilihat oleh diri dalam bentuk visualisasi dalam imajinasi diri sendiri.
Karena VISI hanya dapat dilihat dari imajinasi, maka VISI harus dilengkapi dengan MISI, agar VISI dapat digerakan melalui komitmen dan tindakan.

MISI itu sendiri artinya adalah gerakkan dan komitmen untuk menciptakan sesuatu harapan melalui tindakan yang berkelanjutan, tanpa henti di sepanjang hidup.

Kemudian, MISI harus dibantu dengan TUJUAN yang terencana dalam bentuk rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang; agar VISI dan MISI dapat diwujudkan melalui prioritas yang ada di dalam tujuan.

Tujuan itu sendiri bermakna untuk menemukan jawaban atau solusi atas sebuah upaya dan kerja keras.

Hidup ini memungkinkan seseorang untuk memiliki sesuatu yang dia inginkan. Jadi, apa pun yang dipikirkan, diimpikan, dan dirasakan dapat diwujudkan di dalam kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, TAKTIK, dan RENCANA untuk merumuskan kehidupan sesuai cita-cita dan harapan.

sumber: Djajendra

7 Mar 2012

PELAYANAN YANG MEMBERIKAN RASA SENANG DAN PUAS KEPADA PELANGGAN


"Pelayanan Yang Tercipta Dari Rutinitas Perilaku Etis Dan Dari Rutinitas Perilaku Berjiwa Besar Dalam Sikap Baik, Akan Menjadi Dasar Untuk Memberikan Rasa Senang Dan Puas Kepada Pelanggan." ~ Djajendra

Pelanggan selalu berharap bahwa produk dan jasa yang dibeli mampu memberikan arti dan pengalaman yang menyenangkan. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sesuatu, pasti bertujuan untuk mendapatkan rasa nyaman dan pengalaman yang menyenangkan. 

Pelayanan pelanggan yang baik selalu bertujuan untuk memberikan kebutuhan yang sesuai, memberikan rasa senang dan puas dari pelayanan yang etis, serta memberikan solusi untuk keuntungan pelanggan. 

Keikhlasan hati karyawan untuk memberikan kontribusi total buat kepuasan pelanggan akan membuat bisnis perusahaan semakin lancar. Karena, pelayanan dari hati yang ikhlas pasti akan menimbulkan rasa nyaman, dan hal ini akan membuat pelanggan selalu setia dengan pelayanan perusahaan.

Perusahaan tidak boleh kehilangan gairah dan motivasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan hati pelanggan. Perusahaan tidak boleh berkubang dalam genangan masalah pelayanan, dan kemudian mengasihani diri sendiri, karena hilangnya gairah dan motivasi karyawan untuk memberikan rasa senang dan puas dalam pelayanan mereka kepada pelanggan.

Pelayanan yang baik tidak akan terjebak dalam persepsi yang menyalahkan pelanggan. Jika karyawan sudah terjebak dalam persepsi yang suka menyalahkan pelanggan atas ketidakpuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan. Maka, itu artinya, perusahaan akan segera ditinggalkan oleh pelanggannya, untuk kemudian melakukan pembelian kepada perusahaan lain yang lebih baik melayani kebutuhan mereka.

Pelayanan terbaik akan tercipta saat karyawan dan pimpinan di perusahaan cerdas menempatkan persepsi pelanggan sebagai akar dari pelayanan sempurna. Ide pelayanan terbaik harus diciptakan dari harapan, kebutuhan, keinginan, dan impian pelanggan. Sebab, sebagus apa pun ide Anda, bila pelanggan tidak menyukainya, maka ide Anda itu akan menjadi sebuah ide yang buruk dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. 

Perusahaan yang berorientasi kepada pelayanan pelanggan yang berkualitas, selalu akan menanamkan nilai-nilai, dan mengajarkan perilaku interaksi dengan pelanggan, agar setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan dapat memberikan kontribusi, untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, dan tidak akan membiarkan pelanggan kecewa oleh alasan apa pun. 

Setiap pelanggan adalah aset terbesar perusahaan dalam mewujudkan visi perusahaan. Oleh karena itu, setiap hari, perusahaan harus memberikan nilai-nilai perjuangan melalui motivasi yang penuh makna kepada karyawan dan pimpinan, agar mereka selalu melakukan pelayanan dengan sebaik mungkin, untuk menciptakan hal-hal yang memuaskan kebutuhan pelanggan sepenuhnya.

Pelayanan terbaik berarti setiap karyawan, setiap hari, harus benar-benar ikhlas hatinya untuk meningkatkan efektifitas, kreatifitas, dan produktifitas dalam memberikan pelayanan terbaik. Termasuk, cerdas secara emosional untuk menjaga rutinitas kontribusinya terhadap pelayanan berkualitas. Dan juga harus cerdas memberikan harapan dan kebutuhan pelanggan melalui jiwa besar dan sikap baik yang dapat memberikan rasa senang dan puas kepada pelanggan.

Sumber: Djajendra

6 Mar 2012

Dibalik Pria Hebat, Selalu Ada Wanita Hebat!

Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antar negara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis.
Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin.

Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas.
Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan.

Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”
“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.”

(The Best Of Bits & Pieces, Chicken Soup For The Couple’s Soul)

5 Mar 2012

Nasrudin dan Tiga Orang Bijak

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang orang desa menonton mereka bicara.

Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?"
Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."
"Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi.
"Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri."
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. "Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?"
Nasrudin menjawab, "Bintang bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini."
"Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?"
Nasrudin menjawab, "Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya."
"Itu sih bicara goblok goblokan," tanya orang bijak kedua, "Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai."

Nasrudin pun menjawab, "Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?"
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu." "Saya tahu jumlahnya," jawab Nasrudin, "Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara."

"Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?" tanyanya lagi. "Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru."

Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

4 Mar 2012

Biola

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain,mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu. Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar." Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

MAKNA: Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mungkinkanlah itu dengan indahnya.

dari berbagai sumber

3 Mar 2012

Pembunuh Impian


Apakah anda punya impian yang ingin anda wujudkan di tahun yang akan datang? Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Mungkin anda membayangkan diri anda sebagai pemilik bisnis tertentu, pembaca berita di TV, atau apapun juga. Mungkin anda ingin melakukan hal-hal yang belum pernah anda lakukan selama ini. Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Apapun impian dan harapan yang anda miliki, jangan biarkan itu mati.

Sebuah impian dan harapan adalah sesuatu yang sangat berharga. Mereka memotivasi anda untuk bergerak maju ke masa depan, memberi anda keberanian dan kekuatan untuk terus mencoba walaupun semua rintangan melawan anda. Namun waspadalah, ada "pembunuh - pembunuh mimpi" yang mau mengenyahkan kehidupan yang ada di dalam impian dan harapan anda. Jangan biarkan mereka melakukannya!
Orang-orang yang tidak dapat atau tidak mau melihat harapan anda tercapai dapat membunuh impian anda. Mereka mungkin berkata "itu tidak mungkin bagi anda", "anda tidak cukup mampu untuk mewujudkannya", atau "hal itu tidak pernah dilakukan sebelumnya". Bagaimanapun juga, seringkali pembunuh impian yang terbesar adalah anda sendiri.

Jangan biarkan ketakutan, intimidasi, keraguan, kekurangan dana, dan lain-lain mendikte anda bahwa anda tidak dapat memenuhi impian dan harapan anda. Lawan mereka dan perkatakan, "Saya bisa dan saya akan mewujudkan impian saya." Anda mungkin harus melakukannya setiap hari, tapi itu tidak apa-apa. Semakin anda yakin dalam hati anda bahwa anda bisa melakukannya, impian dan harapa anda akan tetap terjaga aman dalam diri anda.
Sangat penting untuk mengambil langkah-langkah ke depan, untuk mencapai harapan anda. Setiap orang mempunyai jalan yang berbeda yang harus ditempuh demi melihat harapan dan mimpi mereka menjadi kenyataan. Anda mengetahuinya jauh di dalam hati anda. Jangan takut, lakukan saja. Jangan biarkan terlalu banyak waktu berlalu begitu saja. Waktu juga adalah salah satu pembunuh impian.

Renungkan kata-kata dari lagu yang dinyanyikan Yolanda Adams, "Jagalah impianmu tetap hidup, jangan biarkan itu mati, sesuatu yang ada jauh di dalam hati, yang tetap membuatku terus mencoba, jangan berhenti dan jangan menyerah, jangan pernah menyerah. Kadang, kehidupan dapat meletakkan sebuah batu sandungan di jalanmu, tapi kamu harus mempertahankan imanmu..."

Jika anda memiliki harapan dan impian, milikilah impian yang besar, dan jangan menyerah. Tidak ada hukum yang mengharuskan anda mempunyai mimpi atau harapan yang kecil. Jangan biarkan seorangpun mengatakan pada anda bahwa mimpi anda tidak mungkin terjadi, itu bisa terjadi. Peliharalah mimpi anda, jangan pernah berhenti berharap. Lihatlah diri anda maju selangkah demi selangkah, mungkin juga melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saat anda terus maju dalam impian anda dan melindunginya, anda tidak hanya menjaganya tetap hidup, tapi juga membuat tidak ada pilihan lain selain maju!

Banyak orang yang menjadi putus asa dan membuang impian mereka setelah mengalami kegagalan. Banyak orang yang berhenti berharap setelah mengalami kekecewaan. Namun bagaimana anda dapat mengetahui apakah semua itu akan menjadi kenyataan atau tidak kalau anda tidak terus berusaha mencapainya, belajar dari kesuksesan orang lain, dan belajar dari kegagalan anda sendiri?

dari berbagai sumber

2 Mar 2012

Sop Batu

Pada suatu hari, tiga orang bijaksana berjalan melintasi sebuah desa kecil.
Desa itu tampak miskin. Tampak dari sawah-sawah sekitarnya yang sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi. Ya, memang telah terjadi perang di negeri itu - dan sebagai rakyat jelata - merekalah yang kena dampaknya. Macetnya distribusi pupuk, bibit, dan kesulitan-kesulitan lain membuat sawah mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa lagi. Cuma beberapa puluh orang yang masih setia tinggal di desa itu.

Sekonyong-konyong beberapa orang mengerubuti tiga orang bijaksana itu. Dengan memijit-mijit tangan dan punggung tiga orang itu, orang-orang desa memelas dan meminta sedekah, roti, beras, atau apalah yang bisa dimakan.
Satu dari tiga orang bijaksana itu lalu bertanya kepada penduduk desa itu, “Apakah kalian tidak punya apa-apa, hingga kalian meminta-minta seperti ini ?”
“Kami tidak memiliki apapun untuk dimakan, hanya batu-batu berserakan itu yang kita miliki.” Jawab salah satu penduduk desa.

“Maukah kalian kuajari untuk membuat sup dari batu-batu itu ?” tanya orang bijaksana sekali lagi.

Dengan setengah tidak percaya, penduduk itu menjawab, “Mau..”
“Baiklah ikutilah petunjukku.” Orang bijaksana itu menjelaskan, “Pertama-tama, ambil tiga batu besar itu, lalu cucilah hingga bersih !” perintah orang bijaksana sambil menunjuk tiga buah batu sebesar kepalan tangan. Orang-orang pun mengikuti perintahnya.

Sesudah batu itu dicuci dengan bersih hingga tanpa ada pasir sedikitpun di permukaannya. Orang bijaksana itu lalu menyuruh penduduk untuk menyiapkan panci yang paling besar dan menyuruh panci itu untuk diisi dengan air. Ketiga batu bersih itupun lalu dimasukkan ke dalam panci - dan sesuai dengan petunjuk orang bijaksana itu - batu-batu itupun mulai direbus.

“Ada yang dari kalian tau bumbu masak ? Batu-batu itu tidak akan enak rasanya jika dimasak tanpa bumbu.” Tanya orang bijaksana.
“Aku tahu !” seru seorang ibu, kemudian ia mengambil sebagian persediaan bumbu dapurnya, kemudian meraciknya, dan memasukkannya kedalam panci besar itu.
“Adakah dari kalian yang memiliki bahan-bahan sup yang lain ?” Tanya orang bijaksana itu. “Sup ini akan lebih enak jika kalian menambahkan beberapa bahan lain, jangan cuma batu saja.”

Beberapa penduduk mulai mencari bahan-bahan makanan lain di sekitar desa. Beberapa waktu kemudian dua orang datang dengan membawa tiga kantung kentang. “Kami menemukannya di dekat kali, ternyata ada banyak sekali kentang liar tumbuh disana.” Katanya. Kemudian orang itu mengupas, encuci, dan memotong-motong kentang-kentang itu dan memasukkannya ke dalam panci.

Kurang dari satu menit, seorang ibu datang dengan membawa buncis dan sawi. “Aku masih punya banyak dari kebun di belakang halaman rumahku.” Kata ibu itu, lalu ibu itu meraciknya dan memasukkannya ke dalam panci.
Sesaat, datang pula seorang bapak dengan tiga ekor kelinci di tangannya. “Aku berhasil memburu tiga ekor kelinci, kalau ada waktu banyak, mungkin aku bisa membawa lebih lagi, soalnya aku baru saja menemukan banyak sekali kawanan kelinci di balik bukit itu.” Dengan bantuan beberapa orang, tiga kelinci itu pun disembelih dan diolah kemudian dimasukkan ke dalam panci.

Merasa telah melihat beberapa orang berhasil menyumbang sesuatu. Penduduk-penduduk yang lain tidak mau kalah, mereka pun mulai mencari-cari sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam panci sebagai pelengkap sup batu.
Kurang dari satu jam, beberapa penduduk mulai membawa kol, buncis, jagung, dan bermacam-macam sayuran lain. Tak hanya itu, anak-anak juga membawa bermacam-macam buah dari hutan. Mereka berpikir akan enak sekali jika buah-buah itu bisa dijadikan pencuci mulut sesudah sup disantap. Ada pula seorang bapak yang membawa susu dari kambing piaraannya, dan ada pula yang membawa madu dari lebah liar yang bersarang di beberapa pohon di desa itu.

Beberapa jam kemudian sup batu itu telah matang. Panci yang sangat besar itu sekarang telah penuh dengan berbagai sayuran dan siap disantap. Dengan suka cita, penduduk itu makan bersama dengan lahapnya. Mereka sudah sangat kenyang, hingga mereka lupa ‘memakan’ batu yang terletak di dasar panci.
Tiga orang bijaksana itu hanya tersenyum melihat tingkah para penduduk itu. Dan mereka pun sadar, sekarang waktunya mereka untuk meneruskan perjalanan. Mereka mohon diri untuk meninggalkan desa itu.

Sebelum beranjak pergi, seorang bapak sekonyong-konyong memeluk dan menciumi ketiga orang itu sambil berkata, “Terima kasih telah mengajari kami untuk membuat sup dari batu....”

dari berbagai sumber