Sponsor

12 Okt 2011

Menumbuhkan Kretivitas di Tempat Kerja


Anda mungkin sependapat dengan saya bahwa Garin Nugroho, sutradara penuh bakat yang telah meraih berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri, adalah seseorang yang sangat kreatif. Kreativitas beliau dapat terlihat dari karya-karyanya yang cenderung lain dari pada yang biasanya. Ditengah-tengah suasana dunia perfilman dan sinetron Indonesia yang cenderung menonjolkan kemewahan & thema-thema yang jauh dari realitas (dunia mimpi), Garin mampu melahirkan film-film yang berkisah tentang realitas kehidupan dan dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, Garin dapat memadukan antara kemampuan mengexplorasi berbagai realitas yang ada ke dunia film/sinetron dengan prinsip-prinsip seni. Sehingga hal-hal yang sederhana menjadi menarik dan penting, meskipun di Indonesia belum banyak orang yang memahami hal itu.
Pertanyaan kita adalah bagaimana seseorang bisa begitu kreatif sementara yang lainnya tidak. Apakah kreativitas dapat dipelajari? Jika ya, bagaimana menumbuhkan kreativitas di tempat kerja?
Menurut para ahli, seseorang yang kreatif selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, dan biasanya tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang kreatif, pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, biasanya dapat melakukan sesuatu yang menyimpang dari cara-cara tradisional. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan.



Tahap-Tahap Kreativitas
Secara umum tahapan kreativitas dapat dibagi dalam 4 tahap: Exploring, Inventing, Choosing dan Implementing.


  • Exploring. Pada tahap ini pekerja atau businessman mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan dalam kondisi yang ada saat ini. Sekali mereka mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut maka proses kreativitas sudah dimulai.Hal penting yang harus diperhatikan pada saat ini adalah menciptakan iklim yang menunjang proses berpikir kreatif
  • Inventing. Pada tahap ini, sangat penting bagi perusahaan untuk melihat atau mereview berbagai alat, teknik dan metode yang telah dimiliki yang mungkin dapat membantu dalam menghilangkan cara berpikir yang traditional.
  • Choosing. Pada tahap ini perusahaan mengidentifikasi dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan.
  • Implementing. Tahap akhir untuk dapat disebut kreatif adalah bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan. Seseorang bisa saja memiliki ide cemerlang, tetapi jika ide tersebut tidak dapat diimplementasikan, maka hal itu menjadi sia-sia saja. Sama saja dengan syair lagu "layu sebelum berkembang".

Model Kreativitas
Menurut Charles Prather, dalam bukunya Blueprint for Innovation, gaya atau model kreativitas seseorang bersifat menetap. Prather membagi 2 gaya kreativitas:
  • Adaptive Problem Solving. Orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung menggunakan kreativitas untuk menyempurnakan system dimana mereka bekerja. Hal-hal yang terlihat pada orang yang memiliki gaya ini adalah bahwa mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat system menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan efisien. Apa yang mereka lakukan akan dapat dilihat hasilnya secara cepat. Oleh karena itu mereka lebih sering mendapat penghargaan.
  • Innovative Problem Solving. Orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung untuk menantang dan mengubah sistem yang sudah ada. Mereka dapat disebut sebagai "agent of change" karena lebih memfokuskan pada penemuan sistem baru daripada menyempurnakan yang sudah ada. Dalam perusahaan mereka dapat dilihat pada bagian-bagian yang melakukan riset, penciptaan produk baru, mengantisipasi kebutuhan pelanggan tanpa diminta, dan orang-orang yang menjaga kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.



Hambatan untuk Berpikir Kreatif
Meskipun kreativitas dan inovasi sangat dihargai di banyak perusahaan, namun hal tersebut tidak selalu dikomunikasi kepada para pegawainya. Perusahaan bahkan seringkali tidak memberikan ruang gerak bagi para pekerjanya untuk berkreasi dan berinovasi. Banyak perusahaan di Indonesia merupakan contoh dimana ide-ide kreatif hanya berakhir diruang-ruang rapat semata.
Hambatan lain yang mengganggu kreativitas adalah jika pekerjaan yang kita jalani tidak sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Selain itu gaya kreativitas yang dimiliki tidak "match" dengan tuntutan pekerjaan sehari-hari. Contoh: gaya kreativitas Anda adalah sebagai "agent of change" tetapi pekerjaan Anda lebih bersifat rutin, mekanistik dan menuntut anda untuk melakukannya sesuai dengan aturan atau prosedur yang sudah baku.
Hambatan lain datang dari unsur psikologis. Untuk menjadi kreatif seseorang harus berani untuk dinilai aneh oleh orang lain. Lihat saja para penemu dan seniman-seniman besar yang pada saat menciptakan karyanya seringkali dianggap "gila". Nah, karena itu tidak semua pegawai siap untuk berbeda pendapat/ide dengan orang lain meskipun ide tersebut kemudian terbukti benar. Pola pendidikan kita yang kurang mendorong adanya variasi atau perbedaan pendapat juga sangat mendukung kurangnya kreativitas pegawai.


Menumbuhkan Kreativitas
Pada dasarnya kreativitas dapat terjadi di semua bentuk organisasi atau perusahaan sejauh organisasi tersebut menghargai atau mendorong individu-individu untuk berkreasi. Jika tidak, maka individu yang kreatif akan menjadi frustrasi dan selanjutnya terjebak dengan rutinitas yang ada.
Berdasarkan hasil penelitian, untuk menciptakan kreativitas dibutuhkan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan (fun), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Membentuk lingkungan yang kondusif seperti itu sangatlah tidak mudah bagi sebuah organisasi. Mendorong kreativitas dalam dunia kerja menuntut iklim yang permissif terhadap existensi individualitas dan penerimaan terhadap rasa humor, disamping tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitment sebagai norma yang berlaku.
Salah satu cara terbaik untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam sebuah perusahaan adalah dengan cara mengukur sejauhmana hal tersebut telah dilakukan. Perusahaan dianjurkan untuk memasukkan unsur kreativitas dan inovasi ke dalam proses evaluasi kerja. Sebagai contoh: masukan unsur penilaian tentang berapa banyak ide dari seseorang atau kelompok (teamwork) yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan. Jika hal ini terkomunikasi dengan baik maka setiap individu akan berusaha untuk memberikan ide secara konstruktif.
Penempatan pegawai dengan konsep the right people with the right job juga merupakan cara yang tepat untuk menstimulasi munculnya kreativitas dan inovasi. Hal ini karena penempatan pegawai pada posisi yang tepat akan mengurangi supervisi sehingga memberikan otonomi bagi individu dalam menyelesaikan masalah-masalah pekerjaannya.
Root-Bernstein, salah seorang penulis buku Sparks of Genius, mengusulkan pentingnya pegawai untuk keluar dari cara kerja yang rutin sehingga dapat melihat masalah pekerjaan dengan cara yang baru. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut menurut Bernstein perlu dilakukan brainstorming secara regular. Dengan melakukan brainstorming pegawai diharapkan dapat memberikan ide dan solusi yang baru. Selamat mencoba.


Oleh : Johanes Papu, www.e-psikologi.com

11 Okt 2011

BIARKAN MEREKA BERPIKIR MEREKA TAHU LEBIH BANYAK DARI PADA ANDA (SEKALIPUN TIDAK DEMIKIAN)


“TENTU SAJA AKU TIDAK TAMPAK SIBUK,
AKU MELAKUKANNYA BENAR DARI AWAL”
Stiker Bumper

Tindakan ini sangat sederhana, namaun saya berani bertaruh sangat sedikit para menejer yang melakukannya, karena biasannya seorang menejer itu mau kelihatan serba tahu, serba bisa semuannya didepan para stafnnya dan itu sesuatu hal yang sangat alami. Namaun terkadang itu yang membuat kita sulit untuk mendengarkan setiap ide cemerlang dari stafnnya. Jadi sebenarnnya sangat sederhana sebenarnnya yang perlu Anda lakukan yaitu, Anda hanya perlu mengatakan kepada staf Anda, “Kamu pasti tahu tentang hal ini, bagai mana menurutmu?” perinsip pertama aturan ini adalah:
  • Tanyakan pendapat mereka.
  • Dapatkan ide dari pandangan mereka.
  • Beri mereka tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnnya, Anda akan terkejut melihat orang selalu tergerak menghadapi tantangan.
  • Diskusikan masalah dan berita penting dengan mereka.
  • Doronglah adannya umpan balik
  • Jangan pernah menganggap mereka “hannya pegawai”

Sekalipun Anda mengetahui lebih banyak hal dari pada mereka, tetaplah lakukan tindakan diatas. Mereka akan merasa nyaman. Mereka belajar dari percakapan Anda. Mungkin Anda juga belajar dari mereka.
Saat Anda melakukan hal ini, bawa mereka melalui seluruh proses industry Anda sehingga mereka tidak terjebak pada kebiasaan satu depertemen. Anda harus membiarkan mereka melihat peran penting mereka dalam perusahaan secara keseluruhan, bahwa kontribusi mereka berharga dan bermanfaat, dan bahwa keadaan akan kacau tanpa mereka.
Perlakukan mereka seperti Anda memperlakukan klien Anda. Biarkan mereka terlibat dalam setiap rencana Anda.
Selalu beritahu mereka tentang perkembangan usaha Anda, dan apa yang Anda inginkan dari mereka, hal ini akan mendorong mereka untuk terus belajar dan selalu ingin tahu lebih banyak.

Sumber: The Rules Of management

10 Okt 2011

MEWUJUDKAN MIMPI

Sering sekalai kita ingin meraih sesuatu, tetapi kita tidak berdaya untuk mewujudkan keinginan atau mimpi-mimpi tersebut. Secara sederhananya kita tidak akan dapat menghasilkan sesuatu hal tanpa memahami bagai mana cara melakukannya, dan bahkan terkadang tahu saja tidak cukup untuk kita bisa mencapai apa yang kita impikan, jadi disini saya coba bagikan dari apa yang saya baca beberapa hari yang lalu.

Rumus Motisakti untuk mewujudkan mimpi:

H = (I x P x K)^T
H = Hasil (Terwujudnya Impian, Tercapainya yang diimpikan)
I = Impian
P = Pedoman
K = Kemampuan
T = Tawakal
tanda ^ = pangkat
tanda x = kali

Hasil (Terwujudnya Impian)
Kita semua tentunya ingin agar setiap impian kita dapat terwujud. Dengan kata lain, kita ingin agar kualitas nilai H (Terwujudnya Impian) kita setinggi mungkin.
Dari rumus di atas menunjukkan bahwa terwujudnya impian kita sangat bergantung dari 4 hal, yaitu : Bagaimana kualitas nilai Impian, Pedoman, Kemampuan, dan Tawakal kita. Seberapa besar nilai I, P, K, dan T kita.
Misalkan :
Nilai I, P, T kita bagus, tapi K kita nol, tentu saja hasilnya akan nol.
Nilai I, P, K kita bagus, tapi T (Tawakal) kita kecil sekali, maka Hasilnya (H) tentu akan kecil.

IMPIAN (I)
Impian yang baik (kualitas nilainya tinggi) adalah impian yang jelas dan fokus, bernuansa dunia dan akherat, serta memberikan banyak manfaat bagi sebanyak mungkin orang (otomatis diri sendiri akan terkait didalamnya).

PEDOMAN (P)
Pedoman artinya “PEMAHAMAN KITA” tentang makna dan ikhtiar kesuksesan (usaha untuk sukses), maksudnya pemahaman kita tentang bagaimana dapat sukses dengan jalan yang benar.
Jadi pedoman adalah apa pun yang kita fahami dan yakini, dan apa pun yang ada dalam logika pikiran bawah sadar kita.

Nilai Pedoman yang maksimal dapat kita raih melalui pembelajaran hidup, misalnya melalui keluarga, pengalaman-pengalaman kita, lingkungan kita, orang-orang di sekitar kita, Al-Qur’an, as-Sunnah, sirah, juga buku-buku atau referensi yang berkualitas.
Semakin tinggi pemahaman kita, maka kualitas nilai P (pedoman) akan semakin tinggi, tentu saja H (hasil) juga semakin tinggi.

KEMAMPUAN (K)
Kemampuan berbeda dengan Pedoman.
Jika pedoman bernuansa TEORI dan keilmuan, sedangkan kemampuan bernuansa AKSI dan pengalaman.

Kemampuan bermakna sudah sejauh mana kita memperjuangkan pedoman yang kita yakini tersebut. Maksudnya sudah sejauh mana kita melaksanakan, mengamalkan, menerapkan semua teori dan ilmu yang kita fahami dan yakini tsb.
Jadi Kemampuan adalah apa pun yang sudah kita KERJAKAN berdasarkan keyakinan kita (pedoman kita) tentunnya sesuai dengan pedoman yang benar.

Untuk meningkatkan kemampuan kita, maka kita harus selalu beraksi (praktek) dan menambah skill, menambah pengetahuan, pemahaman dan keyakinan kita melalui berbagai pedoman kehidupan yang benar.

TAWAKAL (T)
Tawakal artinya menyerahkan semuanya kepada Allah.
Bertawakal yang baik tidak hanya diekspresikan setelah kita berusaha, tetapi meliputi keseluruhannya baik ketika AKAN, SEDANG, maupun SETELAH berusaha.

Allah berfirman :
“ . . . . . apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” : Q.S. Ali 'Imran [3] ayat 159.

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. . . .” : Q.S. Ath-Talaq [65] ayat 3.

Jadi, yang namanya tawakal itu sudah dimulai sejak kita membulatkan tekad, yaitu sejak kita menetapkan impian-impian kita. Dan senantiasa bertawakal ketika kita sedang berusaha mengejar impian-impian itu, maupun setelah berusaha.

JADI KESIMPULANNYA..

Mohon diperhatikan rumus di atas dengan seksama.

Ketika sebuah angka dikalikan dengan nol, maka hasilnya akan sama dengan nol. Artinya, walaupun kita memiliki impian yang bernilai tinggi, lalu diiringi oleh pedoman yang sangat hebat. Tapi jika aksinya nol besar, maka hasilnya (nilai H) akan sama dengan nol, berarti impian tidak terwujud.

Kemudian, walaupun nilai I, P, K baik, namun kita tidak “memangkatkannya” dengan nilai tawakal (T) yang tinggi, maka hasilnya tidak signifikan. Misalnya saja T=0, maka sebesar apa pun nilai I, P, K kita, maka hasilnya hanya 1.

Apalagi, jika nilai tawakal kita minus, maka hasilnya tidak akan pernah lebih dari 1, bahkan mendekati nol.
Nilai tawakal seseorang bisa menjadi minus, jika dia sudah menjadi pribadi yang sombong dan angkuh. Karena dengan begitu dia telah salah dalam menggantungkan impian, pedoman dan kemampuannya pada sesuatu yang lain.

Namun, jika kita memiliki I, P, K, dan T yang bernilai positif, kita akan mendapatkan hasil positif pula. Semakin besar nilai I, P, K kita ditambah dengan nilai T yang lebih besar, maka hasilnya akan luar biasa.

Perlu diingat bahwa kita akan sangat sulit bertawakal, jika I, P, K kia tidak maksimal. Sehingga , untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, kita harus berusaha keras memaksimalkan IMPIAN, PEDOMAN, dan KEMAMPUAN kita, serta memangkatkannya dengan tawakal kepada Allah. Dengan begitu, yakinlah hasilnya akan luar biasa.

Allah berfirman :
“ Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”. Q.S. Ali 'Imran [3] ayat 160.

Semua tulisan di atas ini, jika kita fahami dengan benar, maka akan meningkatkan pengetahuan kita berarti meningkatkan pedoman (P) kita. Namun perlu diingat, kata-kata bijak berikut ini :

“Sejuta teori akan tumbang oleh satu aksi, maka selaraskanlah antara teori dan aksi”.

Jadi marilah kita ber-“aksi”, yaitu berbuat, berusaha keras untuk melakukannya, tidak sekadar faham dan berteori.

Semoga Menginpirasi Kita semua menjadi pribadi yang sukses…

Referensi artikel ini adalah buku berjudul “MOTISAKTI, motivasi yang bikin kamu sakti” ditulis oleh Zen el-Fuad, Motivator Sinergi Semesta. Di depan buku itu tertulis kata-kata bijak begini : “Tetaplah bergerak, sebab di balik frustasi ada prestasi, dan di balik masalah ada solusi. Biarkan kakimu melangkah menuju kesuksesan hakiki”.

8 Okt 2011

Kenapa Sudah Bersyukur dan Sudah Bekerja Keras, kok Tidak Kaya ?

Dalam banyak seminar/acara motivasi, terdapat hal yang sering ditanyakan sbb :
Saya sudah menjalankan apa yang dinamakan bekerja keras.
Seperti yang dinasehatkan para motivator, saya pun sudah ikhlas dan bersyukur pada pekerjaan saya ini, juga pada kondisi saya. Tetapi kenapa sampai saat ini sepertinya tidak banyak hasilnya, keuangan saya tetap begitu-begitu saja (tidak kaya). Ini saya sampaikan BUKAN sebagai keluhan, karena saya BERSYUKUR terhadap hidup saya ini, dan saya juga ikhlas.
Dengan keadaan seperti saya yang bersyukur, ikhlas, dan sudah bekerja keras, namun kok tetap tidak kaya ?

Berikut ini adalah jawaban-jawaban dari berbagai motivator (salah satunya Mario Teguh), yg kami anggap cukup menjawab pertanyaan tsb.
Mohon jawaban-jawaban ini dibaca pelan-pelan, karena setiap jawabannya mempunyai makna yang sangat dalam, sehingga perlu dicerna pelan-pelan, terima kasih.


JAWABAN ke 1 :
"Kalau anda sudah bekerja keras, tetapi masih juga merasa tidak menghasilkan, coba anda tanyakan pada diri anda sendiri, apakah kerja keras yang anda lakukan itu sudah sesuai dengan rencana yang akan anda hasilkan ?"


JAWABAN ke 2 :
Coba kita introspeksi diri, sebenarnya kerja keras kita ini tergolong yang bagaimana ?
Di lingkungan kerja memang kita sibuk bekerja keras, tapi bisa jadi bahwa sebenarnya kerja keras yang kita lakukan itu termasuk salah satu di bawah ini.

kerja keras "ngomongin orang",
kerja keras "yang tidak sistematis",
kerja keras "yang mikirin kepentingan sendiri",
kerja keras "mencari kegiatan-kegiatan yang mubazir",
kerja keras "mencari-cari kesalahan orang"
kerja keras "agar dianggap orang lain kita telah bekerja keras" …  dsb.

Bisa jadi sebenarnya tanpa kita sadari, kitapun termasuk diantara pekerja keras yg di atas itu.
Jadi coba meng-evaluasi diri kita sendiri, benarkah kita telah bekerja keras ?


JAWABAN ke 3 :
Jangan-jangan kerja keras yang anda lakukan adalah :
"KERJA KERAS untuk Tidak Melakukan Apa pun" ...
yang otomatis menjadi "BERHASIL tidak melakukan apa pun"

Yang dimaksud "tidak melakukan apa pun" adalah tidak berusaha melakukan pengembangan diri terhadap yang dikerjakannya, sehingga nilai tambah ke diri kita relatif tidak ada.
Nilai tambah itu bisa berupa kebiasaan yang lebih baik, syukur-syukur target-target menjadi lebih baik, dsb.

Yang lebih berbahaya adalah bisa jadi anda sebenarnya tidak melakukan apa-apa tapi sudah merasa kerja keras.
Ada baiknya menggunakan terapi diri dengan menghadap cermin, sebagaimana disarankan Pak Mario Teguh, tanyakan pada diri anda melalui cermin : "Sebenarnya apa sih yang sudah anda lakukan ?!"


JAWABAN ke 4 :
Kalau ada orang yang secara fisik (plus pikiran sadar) bekerja sangat keras, tetapi secara finansial tidak mendapat banyak, maka itu menunjukkan bahwa MINDSET-nya memang tidak ingin kaya.
Untuk jelasnya ada tiga kondisi di bawah ini yg membuatnya menjadi tidak kaya.

Kondisi  A :
Memang mindsetnya sudah demikian (tidak kaya), dan memang tidak mau untuk mengubah (mengembangkan) mindsetnya.
Yang sangat dominan pada mindset seseorang adalah "PERASAAN"-nya (HATI-nya).
Jadi walau pun pikirannya ingin kaya, namun kalau hatinya tidak ingin kaya, tapi HANYA ingin bahagia dan sehat lahir bathin. Maka kerja keras yg dilakukannya cenderung menghasilkan hidup yang tidak kaya, namun bahagia dan sehat lahir bathin, tidak masalah dan tetap wajib disyukuri hidup yg demikian.

Kondisi B :
Cita-cita sesungguhnya ingin kaya “saja”, bukan ingin bermanfaat bagi orang banyak. Jadi hanya ingin kaya untuk dirinya sendiri.

Cita-cita seperti ini sangat sulit terwujud, walau pun sudah bekerja keras. Karena"KEKAYAAN (HARTA) itu hanya SEBUAH ALAT" untuk mencapai TUJUAN MULIA yaitu "BERMANFAAT bagi orang lain (orang banyak)".
Seandainya cita-cita anda seperti ini, yaitu ingin kaya "saja". Maka segera diubah cita-cita tersebut, yaitu menjadi "INGIN BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK".

Dan selanjutnya setiap anda bekerja keras, orientasi dan sasarannya selalu ke arah berusaha agar yang anda kerjakan itu bermanfaat (membantu) orang lain (orang banyak). Makaotomatis anda akan diberi "alat" oleh  Yang Maha Memberi Kekayaan (Al-Mughnii), sedemikian rupa sehingga anda dapat mencapai tujuannya. Alat tersebut pada umumnya adalah "HARTA yang BERLEBIH". Karena praktis dengan harta yg berlebih, akan semakin banyak yg dapat dilakukan untuk membantu banyak orang (bermanfaat bagi banyak orang).

Kondisi C :
Cita-citanya ingin kaya, namun dalam praktek sehari-harinya tidak sesuai dengan keinginan tersebut.
Misalkan kurang dermawan (alias pelit). Hal ini sama saja dengan “pikirannya” ingin kaya, namun "MINDSET-nya" ingin miskin.

Membiasakan diri tidak dermawan (pelit), akan membentuk perasaan bahwa "HARTA KITA SEDIKIT", artinya kita "TIDAK KELEBIHAN HARTA". Otomatis ini akan membentuk "MINDSET tidak kelebihan harta (Mindset tidak kaya)". Yang tentu saja mindset tidak kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi tidak kaya, bahkan miskin.  Walau pun telah bekerja keras, namun setiap kerja keras itu akan diarahkan oleh mindset kita untuk tidak menghasilkan harta yg berlebih.

Membiasakan diri untuk dermawan (suka memberi dng ikhlas), akan mendorong kita untuk merasakan bahwa kita "seolah-olah kelebihan" harta. Dan ini akan membentuk "MINDSET kelebihan harta (Mindset Kaya)". Yang tentu saja mindset kaya inilah yang akan membawa diri anda untuk menjadi kaya. Jadi disadari atau pun tidak, otomatis kerja keras anda akan "digiring" oleh mindset anda sedemikian rupa sehingga anda menjadi kelebihan harta (kaya).

Semoga bermanfaat.

7 Okt 2011

7 Sikap Sukses ActionCOACH.


Berikut ada 7 sikap dari 14 budaya sukses ActionCOACH yang layak untuk dicoba untuk menyelamatkan bisnis Anda dalam jangka panjang. Apa saja ke tujuh sikap positif itu? Berikut kupasannya :

1. Komitmen

Definisi kata ini adalah menepati apa yang sudah Anda janjikan. Komitmen artinya juga. bertanggungjawab penuh terhadap apa yang sudah Anda lakukan dan Anda selesaikan dengan sebaik-baiknya. Apa yang terjadi jika Anda sebagai seorang pengusaha tak memiliki watak ini, bukan hanya customer Anda yang bakal kecewa, bahkan tim Anda pun akan meninggalkan Anda, cepat atau lambat.

2. Integritas

Arti lugasnya adalah memiliki kejujuran yang tinggi. Jujur bisa didefinisikan dalam banyak bahasa, bisa diartikan apa yang Anda katakan adalah apa yang Anda lakukan, atau definisi lainnya tentang menjaga amanah. Sebagai pengusaha, Anda wajib memiliki karakter ini, karena akan menjaga reputasi Anda dan bisnis Anda dimata masyara kat. Miliki intergitas yang tinggi dalam menjalankan bisnis, maka banyak pihak yang ingin membantu dan mau bekerjasama dengan Anda.

3. Ownership

Artinya Anda punya perasaaan memiliki yang kuat. Rasa memiliki adalah penting, karena dari sikap itu, Anda lebih bersemangat untuk menjaga dan mengembangkan bisnis Anda. Perasaan itu bisa menular kepada tim Anda dan bahkan ke customer Anda. Namun semua dimulai dari diri Anda. Rasa sikap memiliki bisa diartikan luas dan dalam. Miliki sifat ini, maka akan banyak perubahan positif yang Anda terima.

4. Komunikatif

Kemampuan komunikasi adalah skill yang wajib dimiliki oleh semua pemilik bisnis. Anda bisa bekerjasama dengan orang lain lebih baik lagi dan bahkan bisa mengembangkan bisnis lebih luas lewat orang-orang tepat. Kemampuan komunikasi ini bisa menjadi senjata pamungkas Anda dalam berbisnis secara jangka panjang.

5. Bersikap Edukasif

Maksudnya adalah siap belajar seumur hidup. Anda harus memposisikan diri sebagai orang yang selalu belajar dari siapapun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Anda belajar mengadapi karyawan Anda, belajar melalui pelanggan Anda, calon klien Anda, mitra bisnis Anda dan banyak lagi. Dengan selalu belajar, Anda akan tetap update hingga lebih mudah menyelesaikan bebagai masalah dalam bisnis Anda. Sikap mau belajar adalah sikap para pemenang

6. Berpikir Sistemik

Apa maksudnya ? Anda sebagai pengusaha harus belajar berpikir sistemik. Segalanya harus Anda buat sistimnya. Mulai sistim dalam bisnis Anda, sistim kemitraan, sistim marketing, sistim perluasan bisnis dan sistim replikasi (franchise). Mulailah berpikir secara sistim, dan pada akhirnya Anda bisa bebas dari urusan bisnis, tapi profit tetap masuk berjalan.

7. FUN (Berkepribadian humoris)

Humor bisa mencairkan hubungan yang renggang. Humor bisa juga meningkatkan kesehatan suatu hubungan sosial, termasuk kesehatan jasmani orang itu sendiri. Dengan adanya kepribadian yang menyenangkan, maka akan semakin mudah Anda masuk ke berbagai lingkungan, baik lingkungan bawah atau lingkungan atas. Kemungkinan konflik sosial semakin kecil dengan kemampuan ini.

Dengan 7 sikap positif ini, bukan hanya bisnis tapi kehidupan Anda menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bayangkan, Anda sebagai leader sangat dituntut untuk menjadi berhasil, dan dengan modal keberhasilan ini, Anda bisa menduplikasi kepada semua tim Anda hingga mereka berkembang lebih baik.

Ketujuh sikap ini sangat efektif menyelamatkan bisnis Anda dalam jangka waktu yang cukup lama, karena memang pada dasarnya bisnis dibangun  oleh para manusia, dan dengan menjalin hubungan yang lebih baik, maka bisnis kita menjadi jauh lebih baik.

ActionCOACH mengenal formula BE X DO = HAVE, BE adalah pola pikir ( mind set ), DO adalah tindakan kita, dan HAVE adalah hasil.

Jika kita sebagai pengusaha sudah optimal memberdayakan karakter unggul kita, setidaknya dengan 7 sikap sukses diatas, maka hasil yang kita peroleh sangat funtastic. Dan tak ada alasan TIDAK mengapa 7 sikap ini bisa menjamin bisnis Anda SELAMAT dalam waktu lama, karena sudah teruji oleh waktu.

Demikian ketujuh sikap positif dari beberapa budaya ActionCOACH yang sudah teruji di banyak negara. Semoga dengan sikap ini Anda dan bisnis Anda akan lestari hingga bisa diturunkan sampai anak cucu kelak.

semoga menginspirasi kita semua

sumber: tidak diketahui

6 Okt 2011

25. SESUAIKAN GAYA ANDA DENGAN TIAP ANGGOTA TIM


“ANDA UNIK, ANDA MEMILIKI KETERAMPILAN TERTENTU YANG MEMENUHI KEMUNGKINAN KEBUTUHAN ORGANISASI ANDA DAN MENARIK PIMPINANNYA UNTUK MEREKRUT ANDA. ANDA JUGA MEMILIKI GAYA BEKERJA BERSAMA ORANG LAIN YANG TAMPAKNNYA TELAH MENJADI POLA MAPAN DALAM HIDUP ANDA. HINGGA PADA TINGKAT DIMANA GAYA ANDA MENGERJAKAN SESUATU MEMENUHI KEBUTUHAN ORGANISASI DAN ANGGOTANNYA, MAKA AKAN SUKSES”
Stephen C. Rafe

Menyesuaikan gaya Anda bukan berarti Anda harus menjadi bunglon. Hal ini berarti Anda harus peka terhadap individualitas tim Anda dan menyikapinnya dengan baik. Anda mungkin memiliki anggota yang ekspresif dan suka dipuji di depan umum, sedangkan untuk anggota Anda yang lebih introspektif di puji di tempat umum mereka akan menciut dan mati semangatnya. Mereka lebih suka disampaikan secara pribadi bahwa mereka bekerja dengan baik. Begitulah, Anda mengubah gaya tanpa mengubah kulit, titik atau kepribadian.
Saya memiliki satu anggota tim yang sangat bagus. Ia mengerjakan tugasnya dengan hebat, tetapi sepenuhnnya membenci penilaian dan akan melakukan apapun untuk menghindarinnya. Dia tidak suka membicarakan dirinnya sendiri dan ini sudah menjadi seperti fobia. Saya harus mengubah gaya saya kepadannya saat penilaian enam-bulanan. Jika dia menduga saya sedang melakukan penilaian, maka dia akan bereaksi berlrbihan dan panic. Saya juga mempunnya satu anggota tim lain yang menyapa saya setiap hari dengan  sangat ceria, “Bagaimana penilaian Anda terhadap pekerjaan saya, Bos?” Dia suka berbicara tentang dirinnya dan dengan senang hati menerima penilaian harian jika saya bersedia melakukannya. Kedua anggota tim ini melakukan tugasnnya dengan sangat baik, mereka tidak akan tetap bekerja kalau tidak demikian, namun mereka memerlukan penanganan yang berbeda. Saya ingin mereka terus bekerja dengan baik. Saya harus melakukan penanganan yang berbeda untuk mendapatkan yang terbaik dari mereka.
Sama dengan itu, sebagian orang suka dibiarkan sendiri agar tercipta kesempatan untuk menghasilkan sesuatu. Mereka akan datang dan mengatakan kepada Anda jika mereka membutuhkan bantuan atau motivator dari Anda. Sementara orang lain membutuhkan Anda untuk mengarahkan tindakan mereka dan memberikan mereka pekerjaan spesifik. Jangan terlalu banyak mengatur orang tipe pertama. Mereka akan menolak dan tersinggung (mungkin mengundurkan diri). Jangan juga terlalu membiarkan tipe kedua atau mereka akan merasa tertekan karena kurang terstrukturnnya tugas mereka dan mereka tidak akan bekrja keras. Pikirkan tentang individu. Pikirkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang memotivasi mereka. Sesuaikan gaya menejemen anda dengan mereka.

Sumber: The Rules Of Management

5 Okt 2011

5 HUKUM ALAM YANG SALAING BERKAITAN


Hukum sebab-akibat (hukum penciptaan) merupakan hukum alam yang telah diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk alam kehidupan ini. Bila diuraikan, hukum sebab-akibat dapat dirangkum menjadi 5 hukum alam yang saling berkaitan, yaitu :

1. Hukum Ketertarikan (Law of Attraction)
Sebagaimana telah diuraikan oleh Erbe Sentanu : Apa yang kita pikirkan dan rasakan(positif/negatif) akan menarik alam untuk mewujudkannya.
Bila kita merasa kekurangan (negatif), maka alam akan mewujudkan kekurangan tsb. Demikian juga sebaliknya, bila kita merasa kelebihan maka alam akan mewujudkan kelebihan tsb.

2. Hukum Menerima dan Memberi
Apa pun yang kita terima (positif maupun negatif), sebenarnya berasal dari apa yang telah kita berikan (positif maupun negatif).
Semua yang kita terima selama ini, merupakan hasil pemberian kita sebelumnya.
Kebaikan yang kita terima, karena kita telah memberi kebaikan pada alam (orang lain).
Ilmu yang kita fahami (terima), karena kita telah memberi ilmu ke alam ini (ke orang lain).
Jadi berusalah “memberi” kalau kita ingin “menerima”.

3. Hukum Kesesuaian (Law of Compliances)
Apa yang terjadi di luar kita, sebetulnya PENCERMINAN dari apa yang terjadi di dalam diri kita.
Dalam hidup ini kita akan berada dalam kondisi yang mencerminkan diri kita sendiri; kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang mencerminkan diri kita sendiri.
Oleh karena itu, kita harus mampu mengubah (meningkatkan) diri kita menjadi lebih positif dari sebelumnya dan lihatlah perubahan besar yang akan terjadi dalam hidup kita.

4. Hukum Pengisian
Apa pun yang kosong di alam ini, akan diisi oleh alam.
Kosongkan (sedekahkan) hal2/barang2 yang sudah tidak terpakai lagi, maka alam akan mengisinya kembali dengan hal2/barang2 baru yang bermanfaat bagi kita.

5. Hukum Pertumbuhan
Apa pun yang kita kerjakan, semakin lama imbalannya kita terima, semakin besar imbalan tsb; karena akan ditumbuhkan oleh alam.
Oleh karena itu, jangan pernah lelah berusaha keras mewujudkan impian anda. Jangan pernah lelah memperbaiki/meningkatkan diri. Jangan pernah merasa sia-sia melakukan sesuatu yang benar dan baik.

Bila kita menyadari adanya ke 5 hukum tersebut, dan mampu menerapkannya secara positif, maka insyaAllah hidup kita akan dipenuhi dengan kesuksesan, sehat, sejahtera dan bahagia di dunia dan akherat.

Semua yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik, bila kita telah berusaha semaksimal mungkin; dan tentu saja bila kita mampu mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya, serta ikhlas menerima semua yang terjadi (negatif maupun positif).

24. DENGARKAN IDE ORANG LAIN


“SAAT ORANG LAIN BICARA, DENGARKANLAH SEPENUHNNYA. KEBANYAKAN ORANG TIDAK PERNAH MENDENGAR”
Ernest Hemingway

Jika Anda berpikir bahwa Anda dapat mengetahui segalanya, mungkin Anda akan terlalu sibuk untuk diri Anda sendiri dan tidak punnya waktu mendengarkan orang lain. Namaun saya tahu itu bukan Anda. Setiap orang, serendah apaun posisinnya atau tugasnnya, memiliki sesuatu untuk Anda. Coba berbicara dengan operator lift, penjaga parker, staf kantin, siapapun dan apapun. Yang paling penting, dengarkanlah anggota tim Anda. Merekalah yang bekerja dengan sumber daya. Merekala yang berada digaris depan dan mereka memiliki ide bagus. Mereka tidak perlu menanyai setiap hal kecil, tetapi untuk hal-hal besar. Bicaralah dengan mereka. Dapatkan masukan, ide, dan kreativitas mereka.
Anda tentu harus berhati-hati. Sekalipun Anda mendengarkan mereka, Anda tetap yang bertanggung jawab. Anda mungkin mendengarkan mereka, tetapi tidak akan berarti Anda menindaklanjuti setiap ide mereka. Rendamlah pemikiran bahwa Anda harus melakukan apapun yang mereka sarankan. Disitulah terdapat persoalan yang berat. Dengarkan, serap, lalu tentukan hal yang bisa diterapkan berdasarkan apa yang telah Anda dengar, pengalaman dan ide Anda. Tidak baik jika Anda mendengarkan dan kemudian tidak menggunakan informasi mereka, hal ini membuat mereka akan kecewa terhadap Anda. “Apa gunannya menceritakan ideku pada bos kalau tidak pernah dipakai”.
Anda harus mendengar tanpa member kesan bahwa Anda akan menggunakan ide mereka. Dengan demikian, mereka tidak akan merasa kecewa saat Anda melakukan sesuatu hal dengan cara yang berbeda. Namaun, Anda dapat membuat mereka berpikir bahwa ide mereka dimasukan kedalam strategi keseluruhan Anda.
Setiap anggota tim yang saya kenal dapat memberikan informasi bermanfaat kepada menejernnya tentang masalah tim atau perusahaannya, atau cara melakukan sesuatu hal dengan lebih baik. Jika Anda terbuka terhadap hal-hal ini, ajukan pertannyaan yang bagus dan dengarkan tanpa prasangka, maka Anda dengan segera akan berada di kelas yang berbeda dari kebanyakan menejer.

Sumber: The Rules Of Management

4 Okt 2011

BUAH KEJUJURAN


Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?” Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai.
Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas.
“Inikah kapakmu?” Raja bertanya.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Raja masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya lagi.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Sekali lagi Raja masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya.
“Ya!” jawab si penebang kayu.
Raja sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.
Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”


Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan Cleopatra. “Inikah istrimu?” Raja bertanya.
“Ya!” si penebang kayu menjawab, cepat.
Mendengar itu, Raja menjadi sangat marah. “Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu!” tegur Raja.
Si penebang kayu segera menjawab, “Maafkan saya, ya Raja. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘Bukan’ pada Clopatra, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Ratu Interniti. Kalau saya juga berkata ‘Bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya, dan saya akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya.
“Raja, saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab ‘Ya’.”
Hmm… Kejujuran, kapan pun memang selalu membawa kisah manis.

dari berbagai sumber

23. HORMATILAH PERBEDAAN INDIVIDUAL


“KAMI BERDEDIKASI UNTUK MENYEBARKAN BUDAYA SALING MENGHORMATI, YANG MENGHARGAI KEBERAGAMAN DAN MENUMBUHKAN PENGHARGAAN TERHADAP HAK DAN PERBEDAAN INDIVIDU PADA ORANG LAIN”
Prince Edward’s

Saya memiliki beberapa anak. Saya berharap mereka bekerja sama seprti tim. Namun saya juga sadar mereka berbeda. Jika saya mencoba memeprlakukan mereka dengan cara yang sama, menerapkan aturan yang sama atau telepas dari kedisiplinan maka saya akan mendapatkan pemberontakan. Sekarang, salah satu diantara mereka tidak dapat disuruh cepat. Tidak pernah, tidak dengan cara apapun. Jika Anda mendorongnnya, dia akan menolak dengan keras dan tidak dapat diubah. Dia harus dibujuk, dipikat, digodaagar lebih cepat. Namun yang satunnya harus diperlambat. Saya menghargai dan saya bekerja dengan perbedaan individu mereka. Saya hannya perlu menghargainnya.
Tim Anda juga demikian. Beberapa tim Anda bisa disuruh dengan cepat dan beberapa oanggota lain tidak bisa. Beberapa orang perlu dipercepat dan beberapa lagi perlu diperlambat. Beberapa anggota akan datang bekerja dengan senyum ceria, yang lain lebih baik nggak didekati di awal hari. Beberapa anggota sangat hebat dengan masalah teknologi namun yang lain tidak. Ingatlah kembali pernyataan Belbin dalam aturan 2 dan liat bagaimana tiap orang dalam tim memiliki potensi yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang membuat tim Anda hebat.
Dalam kasus anak saya. Jika saya perlu sesuatu dikerjakan dengan cepat, saya tahu siapa yang harus saya panggil. Jika saya memerlukan sesuatu dengan pendekatan yang agak lambat, lebih terencana, saya memilih anak yang lain.
Anda tidak perlu membebaskan orang dari suatu tugas hanya karena mereka berbeda akan tetapi pertahankan aturan kedisiplinan. Anda hannya perlu menyikapi perbedaan individu dengan cara Anda memilih tugas serta mengharapkan pengerjaan tugas tersebut. Kita semua berbeda, jika dunia dipenuhi orang-orang seperti saya pastinnya akan sangat mengerikan. Perbedaan membebtuk tim hebat yang bekerja sama secara efektif.
Jadi jika Anda mengelola tim penjual, misalnnya, dan sebagian anggotannya berpakaian rapid an cekatan (seperti Anda), tetapi ada seseorang berpakaian lebih kasual dan lebih ceriwis terhadap konsumennya, jangan menandai dia sebagai “bukan orang perusahaan”. Nilailah dia berdasarkan hasil yang didapatnnya. Jika dia memenuhi target dan konsumennya menyenanginya, berarti untung ada perbedaan.

Sumber: The Rules Of management

3 Okt 2011

22. MILIKI DAN TUNJUKAN KEPERCAYAAN KEPDA STAF ANDA


“LEBIH BAIK DICURANGI SEKALI DARI PADA TIDAK DIPERCAYAI”
Samuel Johonson

Anda tentunnya punnya komputer, bukan? OK, kompuetr Anda sering heng dan memang demikian keadaannya. Anda punnya mobil. Mobil itu sering rusak, sekalipun bannya sering bocor dan memang gitulah keadaannya. Anda tentu tidak mengawasi benda-benda itu dengan waspada, menanti-nanti kapan alat tersebut akan mengecewakan Anda, mengawati tanda-tanda kerusakan seperti elang, itu juga bukan suatu cara yang bagus. Jadi berhentilah mengawasi staf Anda seperti itu. Mereka adalah alat menyelesaikan pekerjaan. Mereka akan rusak, kacau, apapun, dari waktu ke waktu, tapi kita menerima keterbatasan mereka dan kita mengizinkan mereka berbuat kesalahan. Kita tidak mengelola mereka, tetapi proses mereka.
Jika Anda mempercayai staf Anda, Anda harus menunjukan bahwa Anda memang mempercayai mereka. Kepercayaan bukan hannya dilakukan, tetapi harus terlihat. Terkadang Anda harus meninggalkan mereka sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Anda menunjukan bahwa Anda mempercayai mereka dengan menarik diri dan meninggalkan mereka sendiri untuk menyelesaikan tugasnnya. Berhentilah mengintip apa yang mereka kerjakan, memeriksa setiap saat, memandang gugup setiap kalai mereka bergerak, batuk, atau bangkit. Tenanglah dan biarkan mereka menyelesaikan pekerjaannya. Anda masih dapat meminta mereka memberikan laporan akhir hari/minggu dan mendorong mereka menemui Anda untuk membahas persoalan apapun. Perjelas saja bahwa Anda mempercayai mereka unntuk mengerjakannya, dan anda akan selalu siap jika mereka memerlukan dukungan dan petunjuk.
Namun, saya mendengar Anda berkata, bagaiman jika saya tidak mempercayai mereka? Bagaimana jika saya tahu merekamalas, tidak berguna, sekelompok pemalas yang mengejar kebebasan? Bagaimana jika demikian? Tim siapa itu? Siapa yang memperkerjakan, melatih, mempertahankan sekelompok orang tersebut?
Jika Anda tidak mempercayai tim Anda, maka Anda perlu memeprhatikan kemampuan manajemen Anda. Pemimpian tim yang baik mempunyai tim yang baik pula. Jika tim cacat, kepemimpinannannyalah yang perlu dipertanyakan dan tentu ini bukan Anda. Jika tim baik, Anda dapat mempercayai mereka. Jika tim benar-benar tidak dapat dipercayai (apakah Anda yakin akan hal ini?) maka tim perlu diubah.
Sumber: The Rules Of Management

Kesempatan Dalam Kehidupan


Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.
 “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.”…

Dari berbagai sumber

2 Okt 2011

21. BERJUANGLAH UNTUK TIM ANDA


“INI ADALAH TUGAS YANG SULIT. SATU-SATUNNYA CARA UNTUK MENGERJAKANNYA ADALAH BEKERJA SAMA SEBAGAI TIM. HAL INI BERARTI KAMU MELAKUKAN SEMUA YANG SAYA KATAKAN.”
Michael Cane


Pada suatu titik, Anda harus berjuang untuk mendapatkan lebih banyak sumber daya, staf tambahan,uang lebih banyak, kantor yang lebih besar dan lebih baik, fasilitas yang lebih baik, waktu yang lebih fleksibel, apapun yang diperlukan untuk menjaga tim Anda tetap bahagia dan puas. Dan ini berarti Anda sangat percaya diri karena Anda harus menghadap bos dan meminta, lebih tepatnnya menuntut, bahwa tim Anda adalah yang tebaik, layak medapat yang terbaik, memerlukan yang terbaik, dan akan terus memberikan yang terbaik jika mendapatkan yang terbaik. Anda tidak akan pergi sebelum bos Anda setuju untuk menyediakan yang terbaik.
Anda tantu harus memberikan fakta pendukung trhadap pernyataan ini. Artinnya, Anda harus memiliki tim hebat yang mampu memberikan hasil yang luar biasa. Anda harus menjadi menejer jang brilian. Itulah mengapa sebagian besar menejer tidak berjuang untuk timnnya. Bukan karena menurut mereka timnnya tidak layak mendapatkannya, melainkan karena mereka tidak cukup percaya diri untuk menuntutnnya. Mereka takut tidak bisa membela pernyataan.
Pertama, bangun tim Anda, lalu rancang alasan Anda. Selanjutnnya, Anda bisa maju dan menuntut yang lebih baik dan lebih besar. Anda harus mampu memberikan fakta pendukung bagi tuntutan Anda. Lebih baik lagi kalu Anda bisa memperkuatnya dengan angka-angka.
Jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda minta, jangan merajuk. Cukup tanyakan, “Jadi apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hal ini?” jika mereka mengatakan “Tingkatkan produktivitas sebesar 10 persen”, Anda harus mendapatkannya. Yang harus Anda lakukan kemudian Adalah mendapatkan angka tersbut untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Berjuang untuk tim Anda berarti mengusahakan tim Anda berjuang untuk diri mereka sendiri.
Sumber: The Rules Of management

1 Okt 2011

20. BANGKITKAN KESETIAAN DAN SEMANGAT TIM


“ANDA DAPAT SELALU MENEMUKAN ALASAN UNTUK BEKERJA. AKAN SELALU ADA HAL UNTUK DIKERJAKAN. NAMUN, JIKA ORANG TIDAK PERNAH ISTIRAHAT, PRODUKTIVITASNYA AKAN BERHENTI. MEREKA BERHENTI BAHAGIA,DAN HAL INI MEMPENGARUHI SEMANGAT SETIAP ORANG DI SEKITAR MEREKA”
Carisa Bianchi.

Jika Anda bekerja sama, Anda mungkin akan lebih sering bertemu dengan tim daripada dengan keluarga Anda. Tim Anda juga lebih sering bertemu dengan Anda dari pada keluargannya. Karenanya, Anda perlu mengelolannya. Anda tidak perlu saling mencintai, tapi Anda harus menjadi keluarga. Cara terbaik adalah dengan membangkitkan kesetiaan dan menciptakan semangat tim. Sebagai menejer, Anda harus menjadi kepala keluarga.
Anda harus dihormati, disegani, dipercaya dan diandalkan. Tuntutan yang sulit. Persyaratan yang berat. Dapatkah Anda melakukan semua ini? Tentu saja Anda mampu. Yang harus Anda lakukan hanyalah:
·         Hargai mereka
·         Puji mereka
·         Berbaik hatilah kepada mereka
·         Percayai mereka
·         Beri mereka semangat
·         Pimpin mereka
·         Motivasi mereka
·         Tumbuhkan mereka
·         Pedulikan mereka dengan tulus

Hal ini lebih mudah dikatakan dari pada dilakukan. Anda bisa tergoda melewati semua daftar ini sambil berkata, “ya, ya. Saya melakukannya.” Sekarang berhentilah sebentar dan kembalilah kedaftar itu dan pikirkan tiap butir dengan sungguh-sungguh. Apakah Anda benar-benar melakukannya? Dapatkah Anda melakukannya dengan lebih baik? Apakah Anda yakin hal itu bukan hanya pikiran Anda? Apa yang orang lakukan telah dilakukan dan apa yang benar-benar dilakukan dengan berbeda. Carilah satu orang yang bisa memberikan Anda suatu masukan yang jujur. Idealnnya, orang tersebut adalah salah satu anggota tim Anda. Jika tidak, seseorang yang memperhatikan Anda bersama tim Anda. Apa yang menurut mereka telah Anda lakukan.
Saya pernah bersaing dengan perusahaan lain. Salah satu anggota tim menejer itu tinggal dengan salah anggota tim saya. Dia menceritakan kepada si A, anggota tim saya, semua rencana bosnnya, perhitungan, hasil dan promosi mendatang, sehingga saya selalu dapat mengalahkan bosnya. Mengapa dia juga tidak menceritakan semua tentang saya ke pada bosnya, mengingat dia jelas-jelas dia mendiskusikan segala pekerjaan dengan si A? sederhana. Dia tidak menyukai menejernnya. Itu adalah kesalahan menejernnya. Menejer tersebut kasar kepada stafnya, kejam, nggan membantu, dan tidak menyenangkan. Apakah saya orang yang lembut? Tentu tidak. Saya tegas dan peraktis, tetapi saya memperlakukan tim saya dengan hormat. Saya tidak perlu melakukan banyak hal karena pesaing saya melakukan cukup banyak kesalahan untuk membuat saya terlihat baik.
Sumber: The Rules Of Management